Bupati KLU Akui Pemda Tak Bisa Membangun Sendiri

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu dan gerakan masyarakat melepas tukik di kawasan Pantai Sedayu Desa Gondang, Sabtu, 28 Agustus 2021. (Suara NTB/ist)

Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, SH., mengakui pembangunan daerah memerlukan peran serta semua elemen. Tidak bisa, kata dia, daerah berharap percepatan tanpa adanya keterlibatan masyarakat dari semua unsur.

“Keikutsertaan masyarakat dan para generasi muda dengan kreasi dan inisiasi menunjang kelancaran pembangunan pada suatu daerah. Pemerintah daerah tidak dapat melaksanakan pembangunan sendiri,” ujar bupati serangkaian menutup kegiatan HUT KLU, Sabtu, 28 Agustus 2021.

Iklan

Pada kesempatan ini, bupati dan masyarakat melepas 300 ekor tukik dan menanam bibit pohon untuk penghijauan kawasan wisata Pantai Sedayu, Desa Gondang. Sebelumnya, Pemda KLU bersama instansi lain juga melepas 700 ekor tukik di wilayah Kecamatan Pemenang.

Pada kesempatan itu, Bupati didampingi Ketua PKK Kabupaten, Hj. Galuh Nurdiyah, Wakapolres Lombok Utara, Kompol Setia Wijatono, SH., Plt. Kadis Dukcapil KLU sekaligus Sekretaris Panitia HUT ke-76 RI dan HUT ke-13 KLU, Tresnahadi S.Pt., Kapolsek Gangga, AKP Remanto, SH., Kepala Desa Gondang, Supriadi, serta ikatan Mahasiswa Gondang dan Komunitas Tionghoa.

Pelepasan tukik dan penghijauan ini menjadi simbol komitmen Pemda, instansi mitra dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan ekosistem kehidupan.

“Sebagai kepala daerah, saya berterima kasih. Inilah yang kita inginkan. Generasi muda yang berkreasi berinisiatif melakukan kegiatan bermanfaat bagi pembangunan di daerah kita ini,” ucapnya.

Djohan menegaskan, menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk kalangan generasi muda bahwa menjaga alam dan lingkungan harus dimulai setiap hari. Menjaga lingkungan dimulai dari hal kecil, baik menanam pohon, mengendalikan sampah, hingga pelestarian biota laut.

“Mari kita berbuat, menjaga kelestarian lingkungan, lingkungan yang asri untuk daerah kita Lombok Utara,” imbuhnya.

Bupati kembali mengajak agar generasi muda membuat program positif untuk masyarakat. Ia juga tidak ragu memberikan dukungan kepada kelompok pemuda/kelompok masyarakat melalui sinergitas program dengan instansi terkait. Ia optimis, sinergi pemerintah dan masyarakat tidak hanya memperkuat keutuhan daerah, tetapi juga mempercepat proses kemajuan bagi masyarakatnya.

“Saya juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Komunitas Tionghoa yang dihajatkan bagi anak yatim dan warga miskin. Di masa pandemi ini, partisipasi dari berbagai komunitas membantu ekonomi masyarakat sangat dirasakan manfaatnya,” demikian Djohan. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional