Bupati Khawatir Penyebaran Varian Baru Covid-19

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Sekda H. Baehaqi melakukan rapat teknis terkait protokol kesehatan perjalanan orang di masa pandemi Covid-19, Senin, 4 Januari 2021. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengaku sangat khawatir dengan penyebaran virus Corona varian baru yang sudah masuk ke Indonesia. Kekhawatiran akan penyebaran virus ini, dipicu kesadaran masyarakat mulai hilang. Bahkan masyarakat menganggap kalau Covid-19 ini sudah tidak ada. Untuk penanganan Covid-19 ini, akan  mulai dilakukan pemberian vaksin di Lobar pada akhir bulan ini.

“Penyebaran Covid-19 sampai sekarang masih mengkhawatirkan kita semua,  Lebih-lebih ditemukan varian baru di Inggris bahkan sudah masuk ke Indonesia,” ungkapnya dalam rapat teknis terkait Protokol Kesehatan Perjalanan Orang di Masa Pandemi Covid-19 di Ruang Jayengrana Kantor Bupati Lobar, Senin, 4 Januari 2021.

Bupati menegaskan sebaran Covid-19 masih sangat mengkhawatirkan. Penyebaran Covid-19 ini perlu diantisipasi,  perlu ditetapkan langkah konkrit yang harus dilakukan agar tidak mengancam masyarakat. Yang perlu dilakukan, semua pihak harus menjadi teladan dalam menerapkan protokol Covid-19, terutama dalam penggunaan masker. Apalagi, saat ini justru masyarakat menganggap Covid-19 sudah tidak ada.

Ia juga berharap agar semua pihak tetap menitipkan pesan protokol kesehatan, karena saat ini warga lebih percaya informasi dari grup WA, dibanding informasi dari media mainstream. Padahal tren kasus Covid-19 masih ditemukan di Lobar.

 Soal vaksinasi, bupati mengaku secara personal siap divaksin. Jangankan Pemda, kata dia, menurutnya masyarakat harus percaya terhadap lembaga negara yang melakukan vaksinasi. “Kita percaya kepada lembaga negara, Kalau Kemenkes, BPOM dan MUI sudah oke, Tapi kan kalau BPOM kan belum. Kalau sudah oke saya secara personal siap divaksin,”aku dia.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakin dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lobar Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan terkait penanganan Covid-19 di Lobar terus dilakukan oleh Dikes. Hanya saja beberapa kendala terkait swab antigen belum dilakukan, karena baru keluar aturannya. Di samping butuh biaya operasional. Untuk vaksinasi, di Lobar akan dilakukan pertama bagi tenaga kesehatan. “Di Lobar, tahap pertama yang akan didahulukan divaksin adalah nakes sudah terdaftar sebanyak 1.396 orang,”jelas dia.

Namun mereka yang divaksin belum termasuk diskrining, mana termasuk yang boleh dan tidak boleh divaksin. Setelah para nakes, sesuai SE dari kementerian vaksinasi dilakukan terhadap anggota TNI/Polri, petugas pelayanan publik lainnya.

Vaksinasi dilakukan sampai bulan April. Barulah menyasar para tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku ekonomi strategi, perangkat desa, RT, RW. Tahap III barulah ke para guru dan aparatur kementerian. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here