Bupati Jamin KSB Paling Siap Bangun Smelter

Bupati KSB, H. W. Musyafirin saat memberikan penjelasan kepada warga Kecamatan Maluk terkait rencana pembangunan pabrik smelter, Senin,  4 Februari 2019. (Suara NTB/ist/Dok Humpro KSB)

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengklaim, dari seluruh daerah di Indonesia yang saat ini ingin membangun smelter, KSB adalah daerah yang paling siap.

Pernyataan orang nomor satu di KSB ini disampaikan di hadapan warga kecamatan Maluk, saat gelar sosialisasi perdana tim percepatan rencana pembangunan pabrik smelter dan industri turunannya di kantor kecamatan Maluk, Senin,  4 Februari 2019. “Gresik di Jawa Timur sangat ingin mengembangkan smelternya. Freeport juga ingin membangun smelter di Papua. Bahkan Kabupaten Sumbawa mendorong agar smelter dibangun di daerahnya. Artinya banyak daerah yang memperebutkan pembangunan Smelter ini. Tetapi yang paling siap adalah kita (KSB),” cetusnya.

Ia menjelaskan, kehadiran pabrik smelter yang akan dibangun oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) nantinya akan memberikan keuntungan sangat besar bagi KSB dan masyarakat pada umumnya. Selain di sisi ketenagakerjaan dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya karena turut hadirnya berbagai industri turunan, kegiatan pabrik tersebut juga memberikan keamanan bagi lingkungan. Hal ini dikarenakan, kegiatannya tidak bersifat mengekspolitasi lingkungan sehingga tidak ada sumber daya alam (SDA) daerah yang akan terdampak.

Menurut bupati, industri turunan yang akan turut hadir dengan dibangunnya pabrik smelter di KSB akan menjamin kelestarian lingkungan tersebut. Ia mencontohkan, pabrik semen dan pupuk sebagai industri ikutannya akan mengolah limbah smelter sebagai bahan tambahan campuran produksinya. “Investasi itu memberikan kita banyak keuntungan. Makanya kita (Pemda KSB) sejak awal sudah memberi dukungan agar smelter itu dibangun di daerah kita,” timpalnya.

Sejauh ini dukungan yang diberikan Pemda KSB untuk terealisasinya rencana pembangunan pabrik pengolah hasil tambang itu sudah cukup maksimal. Pemda KSB telah memberikan rekomendasi pemanfaatan lahan di kecamatan Maluk seluas 1.200 hektar. Khusus untuk infrastruktur smelter sendiri akan digunakan  lahan 850 hektar dan sisanya disiapkan sebagai lokasi industri turunan dan infrastruktur pendukungnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Setda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si sebelumnya menyampaikan, untuk pemanfaatan lahan yang diperlukan pabrik smelter Pemda KSB nantinya akan melakukan revisi tata ruang di kecamatan Maluk. Di mana lahan yang akan digunakan pabrik tersebut diubah menjadi kawasan industri besar. “Nomenklaturnya akan diubah dan kita sinkronkan dengan ketentuan tata ruang provinsi hingga pusat,” urainya.

Untuk diketahui, ada 4 desa di kecamatan Maluk yang warganya akan terdampak dari penyiapan lahan rencana pembangunan pabrik smelter ini. Di antaranya Desa Benete, Bukit Damai, Maluk dan Desa Mantun. Dari hasil sosialisasi sementara, warga keempat desa menyatakan memberikan dukungan kehadiran pabrik pemurnian hasil tambang tersebut. (bug)