Bupati HBY Pastikan Operasional RS Pratama Tersedia

Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin saat menandatangani prasasti peresmian RS Pratama Manggelewa, Senin, 26 November 2018 kemarin. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin memastikan anggaran untuk operasional RS Pratama tersedia dalam APBD Dompu tahun 2019. Bila tidak didukung anggaran, dari mana untuk membiayai operasional pelayanannya.

 “Saya tidak ingin, begitu rumah sakit pratama membuka layanan dan mereawat pasien. Tapi keesokan hari beredar berita, buka layananan rumah sakit tidak didukung fasilitas memadai,” kata H. Bambang M. Yasin pada acara peresmian RS Pratama Manggelewa, Senin, 26 November 2018.

Iklan

Di sisa waktu 1 bulan lebih, H. Bambang berharap, manajemen RS Pratama yang sudah dilantik bersama beberapa pejabat dan stafnya untuk mempersiapkan semua perangkat pendukung layanan secara maksimal, sehingga 1 Januari 2019 bisa langsung dioperasionalkan.

Bupati juga mengungkapkan, sekitar 30 persen pengunjung RSUD Dompu berasal dari warga di luar Dompu. Mereka dari Desa Mata Kecamatan Tarano Sumbawa, Kecamatan Sanggar, Kecamatan Tambora, bahkan dari Kecamatan Bolo dan Woha Kabupaten Bima dirawat di RSUD Dompu. “Kenapa itu bisa terjadi? Karena layanannya lebih baik, layanannya lebih bagus. Tetapi kalau kita biarkan melayani over beban seperti sekarang, nanti kualitas layanan akan turun,” ungkapnya.

Untuk mencegahnya, dikatakan H. Bambang, beban layanan dibagi ke rumah sakit Pratama. Orang dari Sanggar, Tambora, Mata, Calabai cukup sampai ke rumah sakit Pratama. Termasuk pasien dari Kempo, Manggelewa, dan Kilo. “Standar layanan di RS Pratama sama dengan di RSUD. Alat-alatnya juga kurang lebih sama,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Dompu, Hj Iris Juwita, SKM, MMKes menyampaikan, keberadaan RS Pratama ini dapat didukung dengan anggaran yang memadai. Karena tidak mungkin RS ini bisa berjalan tanpa didukung anggaran. Namun untuk operasional ini, pihak sudah menyiapkan. “Tidak mungkin operasional ini dibuka tanpa didukung anggaran,” katanya. (ula/*)