Bupati Harap Rumah Bagi Korban Banjir Dapat Segera Dituntaskan

Bupati Dompu, Kader Jaelani beserta anggota forum koordinasi pimpinan daerah saat meletakkan batu pertama pembangunan hunian tetap bagi korban bencana banjir Daha di Desa Daha kecamatan Huu, Kamis (3/6) sore. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Kementrian PUPR melakukan ground breaking pembangunan hunian tetap sebanyak 107 unit dan infrastruktur dasar pemukiman di Desa Daha Kecamatan Huu. Peletakan batu pertama ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan pembangunan lain, sehingga warga penerima manfaat bisa segera menempatinya.

Bupati Dompu, Kader Jaelani pada acara ground breaking pembangunan hunia tetap dan infrastruktur dasar pemukiman relokasi pasca bencana banjir di Desa Daha Kecamatan Huu, Kamis, 3 Juni 2021 sore mengharapkan peletakan batu pertama ini akan disusul dengan pekerjaan lain agar rumah dan prasarana umumnya dapat segera ditempati. “Dengan adanya rumah, mereka (korban banjir) bisa segera pindah dari tempat pengungsian sementara dan melakukan aktifitas seperti biasa,” harap Kader.

Iklan

Asisten 2 pemerintah Provinsi NTB, Ir H Ridwansyah, MM, MTP yang mewakili Gubernur NTB mengatakan, dalam perencanaan pembangunan rumah bagi warga korban banjir Huu ini ditargetkan rampung Desember 2021 dan itu diharapkan jauh lebih cepat. Sehingga Hari Ulang Tahun NTB yang diperingati setiap 17 Desember, pembangunan rumah hunian ini menjadi bagian dari kado pada hari ulang tahun NTB. “Targetnya (rampung) Desember, kalau bisa sebelum Desember (rampung), sehingga sebelum hari lahirnya NTB tanggal 17 (Desember 2021) ini sudah selesai dibangun,” harapnya.

H Ridwansyah juga mengungkapkan apresiasinya kepada Kementrian PUPR yang telah bertindak cepat dan tanggap atas penanganan bagi korban bencana di NTB. Hitungannya, belum sampai 100 hari pasca bencana banjir langsung ditindak lanjuti. Tidak hanya rumah huni yang dibangun, tapi juga air bersih, penanganan persampahan, ruang terbuka hijau dan WC komunal. Sehingga ini bisa menjadi contoh kawasan yang bisa ditiru kampung – kampung lainya. “Buat kami di daerah, ini adalah bentuk komitmen kita semua dan menjadi bukti bahwa pemerintah ada dan hadir ketika bencana terjadi,” katanya.

Kepala satuan tugas pelaksana penanggulangan bencana Kementrian PUPR RI untuk wilayah provinsi NTT dan NTB, Ir Widiarto, Sp.I pada acara ground breaking mengungkapkan, rumah tipe 36 di atas lahan sekitar 108 M2 dengan ukuran 9 x 12 meter yang akan dibangun Kementrian PUPR RI bagi warga korban banjir Huu. Perumahan ini menggunakan teknologi Risha yaitu Rumah Instan Sederhana Sehat sebagai teknologi hasil Litbang kementerian PUPR RI untuk daerah yang rawan gempa.

Widiarto juga mengharapkan, relokasi bagi korban bencana banjir dilakukan dari hulu hingga hilir. Penghijauan harus dilakukan, termasuk di rumah yang akan dibangun. Namun yang terpenting, di lokasi lama tempat tinggal warga yang direlokasi agar tidak dimanfaatkan kembali. “Kami juga menitipkan di lokasi lama, tolong dijaga jangan ada pemukiman lagi nanti supaya tidak terjadi bencana yang berulang kembali. Kami memindahkan dari areal yang rawan bencana ke tempat yang lebih layak dan aman dari bencana,” harapnya. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional