Bupati Dompu Prihatin Praktik Politik Uang

Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin saat menggunakan hak pilihnya di TPS 15 Bada Dompu. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bersama keluarga menggunakan hak pilihnya pada TPS 15 Kelurahan Bada Dompu. Bupati mengaku prihatin dengan temuan menyangkut politik uang yang mewarnai proses jelang pemungutan suara.

Di TPS tempat Bupati memilih, Pasangan Capres/Cawapres 02, H. Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno, MBA (Prabowo-Sandi) unggul dengan 143 suara atas pasangan Ir. H. Joko Widodo – Prof. Dr. (HC). KH. Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin) yang meraih 47 suara.

Iklan

Tidak hanya di TPS tempat Bupati nyoblos yang dimenangkan pasangan 02, tapi terjadi di banyak TPS di Kabupaten Dompu. Termasuk, TPS 14 Kelurahan Bada Dompu yang dilakukan simulasi pemungutan suara dan rekapitulasi suara oleh KPU Dompu beberapa waktu lalu. Di TPS ini, pasangan 02 unggul dengan perolehan 138 suara dan 61 suara untuk 01, dengan 2 suara batal.

Di TPS 14, sebanyak 213 pemilih yang terdaftar di DPT dan yang menggunakan hak pilih 172 orang serta 26 orang menggunakan KTP atau DPK. Sementara di TPS 15 tempat H. Bambang menggunakan hak pilihnya 193 orang berdasarkan DPT dan DPK.

Bambang M. Yasin menuju TPS bersama istri dan anaknya berjalan kaki dengan mengenakan baju putih dan celana hitam. Usai menggunakan hak pilihnya, H. Bambang berharap, situasi keamanan tetap terjaga hingga proses demokrasi usai.

Ia pun mengaku sedih melihat fakta proses demokrasi tahun 2019 yang diduga kuat sarat politik uang. Perputaran uang menjelang pencoblosan cukup tinggi, bahkan jalanan dan tempat perbelanjaan dipadati warga. “Sistem demokrasi ini perlu ditinjau kembali. Ini (politik uang) terjadi akibat persaingan bukan hanya antar partai, tapi juga antar orang (caleg),” katanya.

Sementara pelaksaan Pemilu di Dompu secara umum berjalan aman dan lancar, kendati ditemui beberapa kendala. Seperti surat suara untuk anggota DPRD Kabupaten daerah pemilihan (Dapil) 3 berada di Dapil 1 Desa Sorisakolo. Surat suara ini langsung ditarik oleh petugas dan diganti dengan surat suara untuk Dapil 1. “Kalaupun ditemukan surat suara yang terlanjur digunakan, itu akan kita hitung suara untuk partainya. Itupun kalau ada hanya 1 – 2 lembar,” kata ketua Divisi penyelenggara pemilu KPU Dompu, Agus Setiawan, SH. (ula)