Bupati Dompu Minta PT STM Karantina Karyawan Pendatang

H. Bambang M. Yasin (Suara NTB/dok)

Dompu (Suara NTB) – PT. STM di Kecamatan Huu, diduga menjadi salah satu klaster penyumbang pasien positif Covid-19, khususnya karyawan pendatang atau baru bertolak dari luar daerah. Kondisi ini berpotensi memperluas area penularan, terutama bagi warga lingkar tambang emas tersebut.

“Klaster ini selalu menyumbang pasien secara rutin. Jadi kelihatannya ada yang salah dengan mungkin surat swab yang mereka bawa, bisa juga swab yang tidak akurat atau hal-hal lain yang tidak bisa kita sebut,’’ ungkap Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin.

Karyawan PT. STM yang baru datang atau pulang dari luar daerah, rata-rata mengantongi surat keterangan bebas Covid-19. Namun demikian, setelah dilakukan pengujian secara mandiri justru banyak yang kedapatan positif.

Kondisi ini lanjut bupati, harus segera disikapi tim gugus Covid-19 tingkat kabupaten, salah satunya dengan memastikan setiap tamu atau karyawan yang baru datang langsung diarahkan ke rumah sakit untuk pengambilan sampel swab. Termasuk mengkarantina mereka sesuai masa waktu yang telah diatur dalam protokol kesehatan.

‘’Beberapa kali tambahan pasien baru seringkali terjadi di Huu. Orang-orang yang datang ini, mungkin karena tidak dikarantina mereka langsung berkeliling di kampung-kampung sekitar tempat kerja. Karena sebagian dari karyawan ini tinggal di tempat kos di tengah masyarakat,’’ ujarnya.

Kehadirannya di luar pengontrolan tim gugus tugas itu, berpotensi menjadikan mereka sebagai kurir penularan Covid-19 di tengah masyarakat. Untuk itu, pihaknya berencana melayangkan surat imbauan agar setiap tamu yang datang dari luar daerah wajib menjalani swab dan karantina. Sebab dari beberapa temuan pasien positif, kuat dugaan sumber penularan awalnya yakni karyawan perusahaan tambang itu. (jun)