Bupati Dinyatakan Non Reaktif , Ajudan dan Sejumlah Staf Protokol Setda Lobar Diisolasi

Hj. Made Ambaryati (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid dinyatakan non reaktif berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dikes). Sedangkan salah seorang ajudan Bupati terkonfirmasi positif Covid-19, setelah diumumkan oleh provinsi, Sabtu, 11 Juli 2020. Selain ajudan bupati, ada beberapa staf  protokol hasil rapid test-nya reaktif, sehingga mereka harus menjalani karantina mandiri di rumah.

Kepala Dikes Lobar Hj. Made Ambaryati, dikonfirmasi Minggu, 12 Juli 2020 mengatakan rapid test dilakukan terhadap bupati dan ajudannya sebelum berangkat ke luar daerah (Jakarta, red) pekan lalu. Hasilnya, ajudan bupati dinyatakan reaktif. “Karena mau ke Jakarta, pak bupati dan ajudannya kami rapid. Hasilnya pak bupati non reaktif sedangkan ajudannya reaktif. Dan diumumkan positif kemarin,” terangnya.

Iklan

Langkah yang dilakukan pihaknya sudah turun melakukan tracing contact dan rapid test terhadap puluhan orang di Sekretariat Pemda, terdiri dari ajudan, staf protokol hingga para kepala bagian.Hasil rapid tes terhadap puluhan orang inipun ditemukan ada dua sampai tiga orang yang reaktif. Mereka pun sudah diambil swab. “Beberapa orang (dua – tiga orang) reaktif itu menjalani isolasi mandiri, sambil menunggu hasil swab,”terang dia.

Untuk hasil swab beberapa orang ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Unram untuk mengirim lima sampel swab. Pihak Rumah Sakit Unram pun bersedia membantu.

Terkait penanganan empat sampai lima warga di Sigerongan Kecamatan Lingsar yang reaktif akibat memandikan jenazah pasien Covid-19, pihaknya meminta masyarakat bersabar. Pihaknya akan turun melakukan swab, namun butuh waktu karena antre. Pihaknya mempertanyakan kenapa warga ikut memandikan, sebab sejak awal pihak Pemda meminta agar warga menaati protokol Covid-19 hanya saja tidak diikuti.

  Rumah Kumuh di Sekotong Belum Bisa Ditangani

Sementara untuk tes swab, Lobar dijatah 25 orang per hari. Sedangkan pasien positif di Sesela Kecamatan Gunungsari yang dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Kota Mataram, bersangkutan berasal dari Monjok Mataram. Dia menikah ke Monjok. Namun bersangkutan membuat wasiat agar dimakamkan di Sesela.

Ia menambahkan, sejauh ini jumlah pasien Covid-19 yang meninggal sebanyak 23 orang. Jumlah pasien positif sebanyak 351 orang, pasien sembuh sebanyak 198 orang. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here