Bupati Didesak Cabut Larangan Berwisata di Lobar

Lokasi wisata di Senggigi, Kecamatan Batulayar yang sepi pengunjung sebagai dampak kebijakan bupati menutup lokasi wisata.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dampak kebijakan Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 800/165/BPBD-LB/5/2021 tentang Penutupan Tempat Wisata H+10 Hari Raya Idul Fitri, mengakibatkan seluruh tempat wisata di kabupaten Lobar sepi pengunjung. Kondisi inipun menuai keluhan, dan elemen masyarakat menuntut agar Bupati mencabut larangan berwisata itu.

Tidak saja dari warga (pedagang), namun juga kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Kecamatan Batulayar mendesak Bupati mencabut SE, karena dinilai membuat masyarakat khususnya pedagang kecil dan pelaku UMKM harus gigit jari.

Iklan

“Kami telah melakukan rapat konsolidasi bersama seluruh elemen masyarakat yang terdiri dari beberapa pengurus lembaga, khususnya yang ada di kecamatan Batulayar, karena banyaknya keluhan dari pedagang serta pelaku wisata yang ada di kawasan wisata se-kecamatan Batulayar terkait SE bupati tersbeut,” kata Munajap, Koordinator Umum pelaku wisata di sana, Senin, 17 Mei 2021.

Selain itu kebijakan penutupan tempat wisata dengan alasan antisipasi kerumuman warga di tempat wisata dinilai kurang adil, karena tempat wisata di tempat lain seperti di kota Mataram dan Lombok Timur ramai di kunjungi warga. “Itu tidak adil. Sebab di Kabupaten dan kota lain justru tidak ada penutupan tempat wisata. Di Mataram contohnya di beberapa kawasan wisata masih terlihat ramai dan padat pengunjung. Begitu juga di Lombok Timur, di kawasan wisata Sembalun,’’ katanya.

Ditambahkan Munajap, tempat wisata di kecamatan Batulayar terlebih di Tanjung Bias sudah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) mulai menyediakan tempat cuci tangan hingga mengatur jarak antara pengunjung wisata. “Para pelaku wisata sudah melaksnakan standar prokes, misalkan di Tanjung Bias dan beberapa tempat wisata lain sudah disediakan tempat cuci tangan dan semua pengunjung diwajibkan menjaga jarak dan menggunakan masker,” tegasnya.

Sementara itu Zulfan Hadi menyatakan dari hasil konsolidasi terkait kebijakan bupati Lobar yang menutup tempat wisata, mereka mendukung penuh pemkab Lobar dalam menekan angka penularan covid-19 dan menerapakn prtokol kesehatan di seluruh tempat wisata. “Tetapi kami meminta pemkab lombok barat  untuk mempertimbangkan kembali keputusan surat edaran tersebut karena mengancam perekonomian pedagang dan UMKM kecil di kecamatan Batulayar,”ungkap Zulfan.

Dia meminta agar kawasan wisata dibuka kembali dengan mengedepakan protokol kesehatan yang ketat kepada para pengunjung. “Kami meminta seluruh desa di Kabupaten Lobar untuk memaksimalkan kinerja PPKM Desa/Satgas Covid-19 tingkat Desa. Jika melanggar, pemberian Sanksi tegas berupa penutupan tempat wisata,” ucapnya.

Aliansi Pemuda dan Masyarakat Kecamatan Batulayar mengancam jika tuntutan mereka tidak mendapat respon baik dari pemkab Lobar, akan melakukan aksi secara terbuka.

Terpisah pihak Pemda Lobar menegaskan tidak mau kecolongan dalam usaha menekan penularan covid 19. Untuk itulah mengapa pada lebaran tahun ini kembali Pemda Lobar menerapkan Prokes dengan sangat ketat karena sampai dengan saat ini Lobar belum beranjak dari zona orange. Berbagai usaha dan ikhtiar telah dilakukan oleh Pemda namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Untuk itulah Pemerintah Daerah Lombok Barat meneruskan kebijakan Pemerintah Pusat dengan menutup tempat-tempat wisata yang biasanya akan padat dikunjungi oleh masyarakat.

Pemda melalui para Camat menyampaikan larangan untuk seluruh masyarakat agar tidak mengunjungi tempat-tempat wisata, untuk menjaga diri dan keluarga dari penularan covid 19. Camat Narmada, Busyairi bahkan membentuk Tim khusus dari Kecamatan yang bertugas di tempat wisata yang ada.

Sementara itu disela-sela memantau situasi tempat-tempat wisata, Minggu, 16 Mei 2021, Camat Batulayar, Afgan Kusumanegara mengatakan pengetatan protokol kesehatan oleh Pemkab dengan cara penutupan tempat-tempat wisata adalah bagian dari  cara melindungi masyarakat dari penularan virus covid 19 ini. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional