Bupati dan Forkopimda Loteng Jajal Jalur Utara Lombok

Bupati Loteng H. M. Suhaili FT bersama Forkopimda serta pejabat lingkup Pemkab Loteng, menjajal jalur utara Pulau Lombok, saat touring Sabtu, 26 September 2020 – Minggu, 27 September 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Bupati Lombok Tengah (Loteng) H.M. Suhaili FT, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pejabat lingkup Pemkab Loteng, selama dua hari sejak Sabtu dan Minggu, 27 September 2020, melakukan touring menggunakan sepeda motor. Adapun rute yang dilewati, yakni jalur utara Pulau Lombok, melewati Sembalun Kabupaten Lombk Timur (Lotim), Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) wilayah Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Rombongan berangkat dari Praya Sabtu pagi, melalui Kecamatan Kopang dan Desa Wajegeseng Kecamatan Batukliang Utara (BKU). Di dua kecamatan tersebut, Bupati Loteng bersama rombongan menyempatkan diri mengecek beberapa kegiatan pembangunan yang dilaksanakan tahun ini. Setelah beristirahat sejenak, rombongan kemudian langsung menuju kawasan Sembalun untuk bermalam.

Iklan

Pada Minggu paginya, rombongan kemudian berangkat kembali menyusuri jalur utara. Melewati KLU, kawasan Senggigi Lobar, Kota Mataram sampai kembali ke Kota Praya. Dengan jarak tempuh mencapai ratusan kilometer. “Kita sengaja melalui jalur utara, karena banyak objek wisatanya,” terang Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, kepada wartawan Minggu siang.

Dikatakannya, touring bersama Forkopimda Loteng tersebut tidak semata-mata hanya untuk jalan-jalan atau liburan saja. Tetapi lebih dari itu, sebagai wahana pembelajaran bagi para pejabat lingkup Pemkab Loteng untuk bisa menata dan mengelola objek wisata yang ada di daerahnya ke depan.

“Kita juga perlu sekali waktu belajar bagaimana daerah tetangga mengelola objek wisatanya. Sehingga bisa lebih maju. Jika memang itu baik dan bisa diterapkan, kenapa tidak kita lakukan di Loteng,” terangnya.

Tidak kalah penting, melalui kegiatan tersebut bisa semakin memupuk rasa persatuan dan persaudaraan antara para pejabat lingkup Pemkab Loteng. Di tengah terpaan ancaman perpecahan dampak dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng. Karena bagaimana agenda politik tersebut membawa efek bagi para pejabat lingkup Pemkab Loteng. (kir)