Bupati Bima Persilakan Demo, Asal Jangan Tutup Jalan

Indah Dhamayanti Putri (Suara NTB/Dok)

Bima (Suara NTB) – Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, menyikapi aksi demontrasi dengan menutup (blokade) jalan yang terjadi dua hari terakhir. Menurutnya hal itu tidak boleh dilakukan karena akan menganggu orang banyak.

“Pemerintah tak larang demo, tapi jangan tutup jalan. Silahkan saja demo, tapi jalan raya yang digunakan oleh masyarakat umum tidak boleh diganggu,” katanya Rabu, 8 Januari 2020.

Iklan

Bupati mengatakan demonstrasi atau menyampaikan aspirasi dilindungi UU. Namun tidak dengan cara menutup jalan, karena melumpuhkan arus lalu lintas. Dampaknya menganggu aktivitas orang banyak.

“Bagaimana saat penutupan jalan ada kendaraan yang mengangkut orang yang sakit, ibu yang akan melahirkan. Yang harus mendapat penanganan medis,” katanya mempertanyakan.

Ia meminta setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada Pemerintah dengan mengedepankan komunikasi yang baik dan silahturahmi. Serta tidak hanya memikirkan kepentingan beberapa kelompok. “Kepentingan orang banyak juga harus diperhatikan,” katanya.

Menurutnya aksi demonstrasi dengan menutup jalan masih terus menjamur. Ia menilai hal itu tidak akan bisa mengatasi ataupun menyelesaikan masalah, tapi akan banyak muncul masalah lain. “Sampai kapan kita harus menciptakan kondisi dan situasi seperti ini, menyampaikan aspirasi dengan menutup jalan,” ujarnya.

Sebagai Bupati Bima, Ia juga tidak anti terhadap kritikan. Bagi ibu dua orang ini kritikan merupakan energi untuk mengevaluasi kembali perjalanan kebijakan pemerintah yang dilakukan selama ini. “Kritikan dari masyarakat energi bagi kami untuk dapat membangun yang lebih baik,” katanya.

Ia mengajak masyarakat mengutamakan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Kalaupun ingin menyampaikan aspirasi secara terbuka, tentu ada aturan dan etika yang harus ditaati. “Kita menghargai kebebasan berpendapat. Tapi ada aturan dan etika menyampaikan,” katanya.

Bupati menambahkan, aksi demonstrasi dengan menutup jalan, pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat. Terutama pengedara membawa orang sakit dan melahirkan yang harus tertahan dengan waktu yang cukup lama. “Kita harapkan demonstrasi dengan menutup jalan tidak terjadi lagi,” harapnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional