Bupati Bima Berharap Impor Bawang Dihentikan

Bima (Suara NTB) – Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri berharap kepada pemerintah pusat, untuk mengurangi atau tidak lagi mengimpor bawang dari luar negeri. Karena akan menggangu harga bawang di daerah, terutama di Bima.

“Lagipula stoknya banyak di Bima, guna memenuhi kebutuhan nasional yang kurang. Petani kita pasti akan membantu pemerintahmemproduksi bawang dalam jumlah besar,” ucap Bupati kepada Suara NTB, Kamis, 1 Desember 2016.

Iklan

Ia mengaku, lonjakan produksinya terus meningkat dalam kurun tiga terakhir ini. Karena para petani Bima berani berspekulasi, yakni menanam bawang di luar musim. Karena saat ini bawang merah merupakan komoditi sektor pertanian unggulan di Bima.

“Bawang merah saat ini menjadi ikon Bima, dengan hasil produsksi yang terus meningkat. Kami berharap Impor bawang merah dikurangi atau ditiadakan,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dispertapa) Kabupaten Bima, Ir. M. Tayeb mengaku, animo masyarakat Bima menanam bawang sangat tinggi. Karena proses tanamnya yang memerlukan waktu 65 hari.

“Potensi lahan sekitar 18.075 hektar, namun yang baru dimanfaatkan 60 persen,” katanya.

Dia mengaku, luas tanam dan hasil produksi bawang merah dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2014 lalu, luasnya mencapai 8.287 hektar dengan hasil produksi 91.709 ton. Sementara tahun 2015 luas tanam sekitar 13.659 hektar, dengan produksi 153.297 ton.
“Peningkatannya mencapai hingga angka 35 persen. Meningkatnya produksi bawang itu mampu mengurangi inflasi,” ujarnya.

Sementara luas pengembangan saat ini, seiring tersedianya lahan cetak sawah baru seluas 7.237 hektar, di mana 40 persen lahannya untuk pengembangan komoditi bawang yang tersebar di sembilan Kecamatan di daerah setempat.

“Mulai tahun ini, ada empat Kecamatan baru yang mulai menanam bawang. Yakni Parado, Wawo, Sanggar, dan Tambora, sehinga sekarang mencapai 13 kecamatan. Upaya ini sebagai keseriusan pemerintah agar petani lebih banyak memproduksi bawang,” ujarnya.

  Bima akan Bangun Gudang Bawang Merah

Meski demikian, persoalan petani selama ini enggan menamam bawang, bukan faktor musim, karena musim apa saja bawang merah di Bima bisa ditanam. Akan tetapi lebih, kendalanya faktor harga pasar yang tidak menentu, serta ketidakmampuan petani membeli bibit dan obat-obatan.

Sekarang obat dan bibit telah diberikan bantuan oleh pemerintah. Namun yang diharapkan petani persoalan pemasaran, karena bawang Bima selalu kalah saing dengan bawang impor,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here