Bupati Berharap Masyarakat KSB Dukung Kehadiran Smelter

Bupati KSB, H. W. Musyafirin (Suara NTB/bug)

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menyampaikan harapannya agar masyarakat turut mendukung kehadiran pabrik smelter yang akan dibangun PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Menurut orang nomor satu di KSB ini, kehadiran pabrik pengolahan hasil pertambangan tersebut akan memberikan keuntungan bagi daerah dan masyarakat. Terutama dari sisi ketenaga kerjaan dan peningkatan perekonomian masyarakat KSB secara umum. “Jadi harus didukung, oleh pemerintah dan terutama seluruh masyarakat terhadap smelter itu,” katanya kepada wartawan di Masjid Agung Darussalam, KTC, Rabu,  30 Januari 2019.

Iklan

Ia mengakui, pada saatnya nanti akan hadir riak-riak pro kontra di tengah masyarakat dengan rencana pembangunan pabrik smelter di desa Benete, kecamatan Maluk itu. Kendati demikian, hal tersebut diharapkannya hanya sebagai dinamika spotantanitas masyarakat. Tetapi semangat dasar masyarakat KSB secara umum mendukung hadirnya fasilitas tersebut. “Penolakan itu wajar ya. Tapi kita akan turut bantu perusahaan supaya akhirnya clear. Toh juga smelteri itu pastinya memberi manfaat kepada kita (KSB),” cetusnya.

Bupati menyampaikan, untuk ditataran pemerintahan, Pemda KSB telah memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan smelter PTAMNT itu. Salah satunya, Pemda KSB telah memberikan rekomendasi pemanfaatan ruang di lokasi yang telah ditentukan PTAMNT. Termasuk juga mencanangkan 1.500 hektar untuk kebutuhan lahan smelter di kecamatan Maluk. “Kita sudah canangkan 1.500 hektar untuk smelter itu. Namanya kawasan industri besar, tapi kan mereka hanya pakai 850 hektar,” urainya.

Selanjutnya bupati mengatkan, kendali tim percepatan pembangunan pabrik smelter berada di tangan pemerintah provinsi (Pemprov) NTB. Pemda KSB dalam hal ini turut memberi dukungan sebagai lokasi penempatan pabrik tersebut nantinya. “Jadi harapan kita Pemprov juga turut berakselerasi sehingga bisa memastikan smelter itu dibangun tepat waktu dan bisa mulai beroperasi tahun 2022 sesuai jadwal,” paaprnya.

Sementara itu, bupati sebelumnya telah mengimbau seluruh kepala desa di kecamatan Maluk untuk mulai melakukan sosialisasi rencana pembangunan smelter oleh PTAMNT itu. Terutama bagi warga yang berada di desa Benete, karena ekspansi pemanfaatan lahan untuk pabrik tersebut akan mengambil sebagian pemukiman warga di sana.

Selain sebagian lahan pemukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga masuk dalam jangkauan penggunaan lahan bangunan smelter. Seperti sekolah dan dermaga umum Benete. Menurut bupati, seluruh fasilitas umum yang berada di bawah kewenangan Pemda KSB nantinya akan dilepaskan, sementara lahan milik masyarakat akan dilakukan penghitungan biaya ganti rugi oleh tim apraisal. “Nanti untuk proses pembebasan lahan tetap ada pembelian. Nah harapan kami ke masyarakat ikhlaskan lahannya sebagai bentuk dukungan mereka dengan kehadiran smelter itu,” imbuhnya. (bug)