Bupati Ajak Mahasiswa Dompu di Makassar Jaga Nama Baik Daerah

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin mengajak mahasiswa Dompu di Makassar untuk menjaga nama baik daerah di rantauan. Kesempatan belajar agar dimanfaatkan dengan baik dan kembali ke Dompu setelah sukses menyelesaikan tugas belajar. Mahasiswa dalam berkuliah agar tidak berorientasi menjadi PNS, tapi di Dompu saat ini banyak peluang bekerja di sektor swasta seperti di PT SMS (perkebunan tebu dan pabrik gula) dan PT STM (tambang).

“Kalian harus belajar dengan baik dan menjaga nama baik Dompu di Makassar. Jangan sampai membuat keributan, karena yang merugi anak – anak semua, termasuk rekan – rekannya yang tidak tahu persoalan,” kata bupati di hadapan mahasiswa Makassar di gedung PKK Dompu, Sabtu 16 Juli 2016.

Iklan

Ia pun mengakui dirinya merupakan alumni Makassar. Ketika usai menuntut ilmu agar pulang ke Dompu dan berjuang untuk bekerja membangun daerah dengan baik.  “Jangan orientasi belajar untuk cari kerja ke PNS saja. Peluang kerja di perusahaan swasta dan usaha di Dompu sudah banyak. Sudah ada tambang emas dan pabrik gula. Investasi ini membutuhkan kalian semua,” kata H. Bambang.

Bupati juga mengungkapkan kesuksesan pembangunan di Kabupaten Dompu selama lima tahun kepemimpinan dirinya periode pertama. Dompu yang sebelumnya tidak dikenal orang karena keterbelakangannya, kini sudah cukup dikenal orang karena progres pembangunannya. Seperti untuk IPM, Dompu saat ini menjadi tertinggi ketiga setelah Kota Bima dan Kota Mataram.

Tingkat kemiskinannya juga terendah setelah Kota Bima dan Kota Mataram, daya beli masyarakat Dompu tertinggi setelah kota Mataram. Geliat pembangunan ekonomi di tengah masyarakat juga cukup terasa yang ditandai dengan semakin banyaknya perumahan warga yang berubah menjadi rumah permanen.

Kasus pembunuhan terhadap Lisa (16) penjaga toko di Makassar asal Sinjai yang dibunuh oleh Fq (27) mahawiswa asal Bima pada Sabtu (9/7/2016) subuh lalu menyebabkan ketakutan mahasiswa asal Dompu. Akibat kejadian itu, mahasiswa asal Bima dan Dompu ikut khawatir akan adanya aksi balas dendam. “Kita jadinya takut ke Makassar, tapi syukurnya pelaku sudah ditemukan dan ditangkap aparat kepolisian,” kata Sulis, mahasiswi asal Dompu beberapa waktu lalu. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here