Buntut Bom Solo, Pengunjung Polres Lotim Diperiksa Dengan Metal Detector

Selong (suarantb.com) –

Aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Mapolres Solo, Selasa (5/7) lalu membuat jajaran aparat kepolisian di NTB meningkatkan kewaspadaan termasuk Polres Lombok Timur (Lotim). Setiap pengunjung di Polres Lotim harus diperiksa menggunakan metal detector.

Iklan

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pos Polisi (Kapospol) Masbagik, Irfan saat dikonfirmasi disela-sela persiapan pengaman pawai takbiran, Selasa (5/7).Irfan mengatakan sejauh ini belum ada instruksi menggunakan senjata api dalam melakukan pengamanan. Namun untuk setiap pengunjung yang datang ke Polres Lotim diperiksa dengan metal detector.

“Sementara ini untuk di pos tidak disarankan memakai senjata, tapi untuk di Polres Lombok Timur setiap orang yang masuk telah diperiksa dengan menggunakan metal detector,” ungkapnya.

Dikatakan, H-1 lebaran, pengamanan lebih dioptimalkan. Hal tersebut dilakukan  mengingat membludaknya arus kendaraan pada sejumlah titik di Lotim. Pantauan suarantb.com sedikitnya ada empat lokasi rawan kemacetan kendaraan. Diantaranya perempatan Terara, Paoq Motong, Masbagik, dan Selong.

Irfan mengatakan  sebelumnya aparat kepolisian yang diterjunkan ke masing-masing lokasi rawan macet hanya satu regu. Tetapi pada saat pawai takbiran rencananya seluruh aparat kepolisian baik Polres Lotim maupun masing-masing Polsek akan diterjunkan mengamankan arus mudik dan balik lebaran sejak  30 Juni hingga 15 Juli mendatang.

“Rencananya dari pihak keamanan yang tadinya hanya per-regu, nanti mungkin seluruh anggota dilibatkan, Polres Lombok Timur maupun Polsek membantu mengamankan malam takbiran di sini termasuk LLAJ, TNI, dan Pramuka,” terangnya.

Sementara itu, Petugas dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Lotim, Hairi mengatakan jumlah personil yang diterjunkan pada pos pantau Masbagik sebanyak  13 orang. Sementara untuk setiap kecamatan di Lotim  diterjunkan 52 personil. “Setiap kecamatan di Lombok Timur ini diterjunkan 52 personil, termasuk di Kayangan, Pancor, Terara, sama di sini (Masbagik),” ujar Hairi.

Terkait antisipasi kemacetan, Hairi menerangkan telah membuat jalur alternatif untuk menghindari terjadinya kemacetan. “Ada jalur alternatif untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan. Nanti kita akan adakan pengalihan arus,” jelasnya.

Pantuan suarantb.com, di perempatan Terara telah diterjunkan beberapa personil gabungan, di antaranya Kepolisian, Satpol PP, Dishubkominfo dan Pramuka. Hal serupa terlihat di perempatan Narmada Lombok Barat, juga dilakukan pengamanan yang sama.

Petugas Pos Polisi Narmada, I Made Suparta petugas  menerangkan  sejauh ini belum ada instruksi untuk penggunaan senjata api dalam melakukan pengamanan. Kendati demikian, Suparta mengaku telah melakukan patroli di sekitar kawasan Narmada guna memberikan keamanan kepada masyarakat.

“Sampai sejauh ini belum ada instruksi (menggunakan senjata), namun kami tetap melaksanakan patroli ke wilayah jangkauan pos di sini dengan bekerja sama dengan Polsek Narmada, baik sebelum maupun pasca lebaran,” ujarnya. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here