Buntut Aksi Mogok Nakes, Ketua DPRD Minta Walikota Copot Kepala Puskesmas

0
Alfian Indrawirawan. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan S.Adm, meminta Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE, agar mencopot semua Kepala Puskesmas, karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

Permintaan tersebut menyikapi pemasangan baliho di beberapa Puskesmas di Kota Bima belum lama ini, yang berisi seruan mogok Tenaga Kesehatan (Nakes) hanya karena persoalan Tunjangan Kinerja (Tukin) sebesar 30 persen.

IKLAN

“Saya minta Walikota agar mencopot Kepala Puskesmas yang ada, karena tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya, Jumat, 5 Februari 2021.

Alfian yang merupakan Ketua DPD II Golkar Kota Bima ini, menilai Kepala Puskesmas tidak bisa memberikan pemahaman dan pengertian dengan bijak kepada Nakes untuk tidak mengambil tindakan melakukan mogok kerja. “Saat ada masalah, Kepala Puskesmas seharusnya menyampaikan ke pihak-pihak terkait agar bisa dibahas dan dicarikan solusinya bersama,” ujarnya.

Ia mengatakan sikap para Nakes yang mogok kerja tersebut merugikan semua pihak, terutama masyarakat, karena tidak bisa memeriksa kesehatan atau mendapatkan pelayanan kesehatan lainnya. Ia berharap tidak ada lagi mogok kerja yang terjadi kedepannya. “Masih ada cara-cara yang baik untuk menyelesaikan masalah. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, asalkan kita berkoordinasi dan komunikasi dengan baik,” harapnya.

Disamping itu, Alfian juga mendesak agar pejabat atau oknum yang memasang spanduk serta Nakes yang melakukan mogok kerja ditindak ataupun diberikan sanksi yang tegas. Karena berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran Pemkot Bima, yang dihadiri Sekda dan Kepala Dikes Kota Bima, tambah dia, diduga ada aktor yang mengiring para Nakes untuk melakukan mogok kerja. “Harus ditindak atau diberikan sanksi yang tegas. Jangan sampai ada masalah lagi kejadian yang sama kembali terulang,” pungkasnya. (uki)