Buntu, Pemilihan Ketua Organda NTB Diambil Alih DPP

Suasana Musda X DPD Organda NTB Jumat 12 Maret 2021. Musda ini buntu, tidak berhasil menentukan ketua DPD Organda periode 2021-2026 dan akhirnya diambil alih DPP Organda. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB)-Pemilihan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB melalui Musyawarah Daerah (Musda) X di Hotel Aston Inn, Jumat, 12 Maret 2021 buntu. Akibatnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda menyatakan mengambil alih.

Dua kandidat Ketua DPD Organda NTB, Junaidi Kasum yang merupakan Ketua Organda Kota Mataram dan Ketua DPD Organda petahana, Antonius Zaremba Mustafa Kamal berebut suara pada Musda X yang diselenggarakan sejak pagi hingga malam hari.

Iklan

Ada sepuluh suara dalam pemilihan Ketua DPD Organda NTB. Delapan suara dari DPC Organda kabupaten/kota. Satu suara dari DPD Organda NTB, dan satu suara dari DPP.

Dari sepuluh suara ini, lima DPC di antaranya menyatakan dukungan secara tertulis di atas materai Rp10.000 kepada Junaidi Kasum. Termasuk satu suara DPC yang tidak diberi hak karena dianggap belum memenuhi syarat memberi hak suara.

Tiga DPC ke Antonius Zaremba Musta Kamal. Ditambah satu suara DPD Organda NTB, dan satu suara DPP Organda. Hasilnya fifty-fifty. Lima suara ke Junaidi Kasum, dan lima suara ke Antonius Zaremba.

Di ujung persidangan yang dipimpin dari 5 unsur, satu orang unsur DPP, satu orang unsur DPD, dua perwakilan dari Ketua DPC Organda di Pulau Sumbawa, dan satu unsur perwakilan dari DPC Organda di Pulau Lombok.

Karena masing-masing calon mendapatkan suara sama. Presidium sidang memutuskan untuk memenangkan Antonius Zaremba sebagai ketua terpilih. Namun keputusan ini hanya ditandatangani oleh tiga suara pimpinan sidang. Dan dua suara lainnya menyatakan menolak keputusan.

Pemilihan Ketua DPD Organda NTB periode 2021-2026 akhirnya buntu. Meski telah diputuskan salah satu di antaranya terpilih. Tetapi forum menyatakan belum ada keputusan yang quorum. Sidang sejak sore hari hingga malam berlangsung tegang. Bahkan sempat tidak ada kepastian. Panitia kegiatan, dan beberapa di antara penanggung jawab kegiatan tidak menuntaskan Musda hingga ada keputusan tetap.

Di sisi lain, salah satu kandidat, Junaidi Kasum juga memprotes hasil Musda. Menurutnya, keputusan sidang, termasuk DPP harusnya melihat secara objektif siapa yang dipilih oleh suara terbanyak dari BPC.
“Suara BPC terbanyak kan ke saya. 6 BPC di atas materai sudah menandatangani materai Rp10.000 dukungannya. Harusnya itu yang dilihat oleh DPP. Suara terbanyak yang ada di daerah,” ujarnya.
Junaidi Kasum juga memprotes. Sesuai AD/ART, Ketua Organda adalah pengusaha angkutan.

Bukan orang-orang di luar pengusaha angkutan darat. Protes yang sama juga dilakukan oleh Ketua BPC Organda Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Basir. Menurutnya, Organda NTB harus diselamatkan dengan memilih ketua yang berasal dari unsur langsung pengusaha angkutan umum, bukan dari unsur pengacara.

Lalu Basir juga meminta agar DPP memperhatikan suara terbanyak di daerah yang menentukan ketua DPD-nya. Karena tidak ada salah satu di antara kedua belah pihak yang mengalah, DPP Organda kemudian menyatakan mengambil alih sementara DPD Organda NTB. DPP Organda akan melakukan konsolidasi. Apakah nantinya akan digelar kembali Musda Luar Biasa atau tergantung keputusan DPP.
“Kita memberi waktu paling lama hingga sampai enam bulan ke depan. Sambil kita konsolidasi dengan seluruhnya di DPD dan DPC. Dan kami telaah dulu,” kata Ateng Aryono, Sekjen DPP Organda yang mengikuti langsung proses Musda X Organda NTB ini dari awal.(bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional