Buni Yani Dipenjara, Ibunda Yakin Anaknya Tak Bersalah

Ibunda Buni Yani, Hj. Jamilah (kanan) duduk bersama saudara Buni Yani, Fathurrahman saat berjualan di sebuah toko miliknya, Senin,  4 Februari 2019. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Ibunda Buni Yani, Hj. Jamilah alias Hj. Rohan (70) saat ini hanya dapat memanjatkan doa kepada sang Ilahi atas musibah yang menimpa salah satu buah hatinya, yaitu Buni Yani, pengunggah video pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang diduga mengandung unsur penistaan terhadap agama Islam beberapa waktu lalu. Terkait vonis 1,6 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Buni Yani, sang ibunda yakin anaknya itu tidak bersalah.

Buni Yani anak ketiga dari lima bersaudara. Di lingkungan keluarganya, Buni Yani dikenal sebagai sosok anak yang pendiam, cerdas dan peduli terhadap seluruh anggota keluarganya. Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga SMA, Buni Yani sudah menjadi sorotan atas prestasi yang diraihnya, hingga mengantarkannya kuliah di Universitas Udayana Denpasar Bali dengan menempuh jurusan Sastra Inggris.

Iklan

Selama itu, kata Hj. Rohan, buah hatinya tersebut tidak pernah terlibat dalam partai politik, melainkan benar benar pada bidang akademisi. “Dari kecil sosok anak yang baik dan berprestasi. SDN 1 Rensing, SMPN 1 Sakra, SMAN 1 Mataram,” sebutnya, ditemui Suara NTB di rumahnya, Senin,  4 Februari 2019.

Dari berbagai prestasi yang diraihnya itu, Buni Yani kemudian mendapat beasiswa dari sejumlah pihak untuk belajar ke beberapa negara. Semua itu, menurutnya, didapatkan atas sikap rajin, disiplin dan ketekunan yang dilakukan oleh Buni Yani yang didapatkan dari tangan dingin kedua orang tua dan keluarga besarnya. Maka dari itu, hati kecilnya sebagai seorang ibu meyakini bahwa anaknya tidak bersalah. Melainkan menjadi korban kepentingan politik orang-orang pusat. “Saya Tetap yakin bahwa anak saya tidak bersalah. Anak saya itu juga tidak gila jabatan,” tegasnya.

Di usianya yang sudah senja, Hj. Rohan mengaku selalu sedih ketika melihat anaknya muncul di televisi. Namun di samping itu, ujian yang dialami Buni Yani diserahkan semua kepada Allah. Iapun meyakin bahwa Buni Yani tidak bersalah dan secepatnya dapat terbebas dari masalah yang melilitnya saat ini. Buni Yani sendiri pulang ke kampung halamannya di Desa Rensing Kecamatan Sakra Barat ketika Hari Raya Idul Fitri lalu. Momentum itupun selalu digunakan oleh Buni Yani untuk menenangkan hati ibunda dan keluarganya atas kasus tersebut.

‘’Tenang-tenang Inak, nendek sakit mikirang aku inak. Aku ndarak salah (Tenang Ibu, tidak usah pikirkan saya. Saya tidak bersalah,” ungkap Hj. Rohan mengutip ucapan Buni Yani terhadap dirinya waktu itu.

Sementara, adik Buni Yani, yakni Fathurrahman, juga sangat menyayangkan atas penahanan kakaknya. Menurutnya, tidak hanya pihak keluarga yang heran dan kecewa atas putusan tersebut. Namun masyarakat di desanya juga sangat menyayangkan keputusan itu.

Hal senada disampaikan, Rehanah, adik perempuan dari Buni Yani, yang juga menegaskan bahwa kasus yang dialami Buni Yani merupakan ujian dari Allah. Sehingga pihak keluarga menerima apapun keputusan dari pengadilan. “Keluarga saya adalah keluarga yang kuat untuk menerima apapun ujian itu. Allah mengangkat derajat keluarga saya dari jalan itu,”ungkapnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here