Bunga Dibebaskan, Nasabah Ngotot Pengembalian Sertifikat

Direksi dan Nasabah Bank Lopok Ganda bertemu untuk membahas persoalan uang angsuran yang tidak disetor karyawan ke Bank, di Kantor Bank Lopok Ganda Cabang Bima, Kamis (6/2). (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Direksi Bank Lopok Ganda mengeluarkan kebijakan, bunga kredit yang dibebankan kepada nasabah setiap Bulan tidak perlu dibayar lagi, karena semuanya akan diganti rugi oleh pihak Bank.

“Bunga kredit yang dibebankan tidak perlu dibayar. Kami akan tanggung semua kerugiannya,” kata Direktur Bank Lopok Ganda, Syarif, saat bertemu puluhan nasabah, di kantor Bank Lopok Ganda Cabang Bima, Kamis, 6 Februari 2020.

Iklan

Terkait persoalan yang menjadi keluhan para nasabah, Ia mengaku pihak Bank juga merasa dirugikan. Karena uang angsuran yang disetor nasabah setiap Bulan tidak masuk dalam kas Bank. “Uang yang disetor tidak masuk dalam kas. Persoalan ini kami juga dirugikan oknum E, bukan saja nasabah,” katanya.

Jika kebijakan yang dikeluarkan itu tidak diterima oleh nasabah, Syarif mengarahkan agar persoalan itu, dilaporkan ke pihak berwajib untuk diproses dan diselesaikan secara hukum. “Para nasabah nantinya bisa menjadi saksi di Pengadilan,” katanya.

Sementara seorang nasabah, Arna mengaku kebijakan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. Pasalnya para nasabah sudah membayar angsuran per Bulan dan tidak pernah telat membayar. “Bunga kredit ini tidak bisa selesaikan masalah. Angsuran kita sudah lunas,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar nasabah tidak menginginkan bunga kredit turun atau dibebaskan. Namun para nasabah meminta agar sertifikat tanah sebagai jaminan meminjam uang dikembalikan. “Kami ingin sertifikat tanah kami dikembalikan, karena sudah melunasi kewajiban kami,” katanya.

Terlepas uang tersebut tidak disetor oleh oknum E, karyawan lapangan yang menagih angsuran ke kas Bank, Arna bersama nasabah lainnya tetap meminta tanggungjawab pihak Bank.  “Kami tahunya oknum E yang kami bayarkan angsuran ini adalah karyawan bank Lopok Ganda. Bukti-bukti pembayaran kami ada,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis pertemuan antara Direksi dan nasabah Bank Lopok Ganda masih berlangsung. Pihak Bank ngotot tetap opsi membebaskan bunga kredit. Sementara para nasabah meminta sertifikat tanah dikembalikan. (uki)