BUMDes Tumbuh Menggeliat di Sumbawa

Varian Bintoro. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sumbawa, telah melakukan penilaian dan evaluasi terhadap perkembangan BUMDes. Bahkan sejak 2019 lalu, sehingga diperoleh klasifikasi BUMDes. Dengan parameter kelembagaan, aturan/regulasi, unit usaha BUMDes, administrasi pelaporan dan pertanggungjawaban, permodalan dan asset. Serta dampak BUMDes terhadap masyarakat desa.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas PMD, Varian Bintoro M.Si, setelah menerima kunjungan DPRD KSB, yang belajar nengenai BUMDes. Dari evaluasi tersebut, didapatkan klasifikasi berupa Bumdes dasar sebanyak 21 Bumdes, Bumdes Tumbuh sebanyak 92 Bumdes, Bumdes berkembang sebanyak 8 Bumdes, dan Bumdes Maju sebanyak 1 Bumdes. “Klasifikasi paling banyak Bumdes tumbuh yang ada di kita,” terangnya.

Iklan

Dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan Bumdes, pihaknya juga terus melakukan berbagai upaya. Antara lain mendorong Bumdes untuk mengikuti pelatihan keamanan pangan sebagai dasar pengajuan Nomor Pokok PIRT pada tahun 2020 bekerjasama dengan KOMPAK NTB, Dinkes dan Diskoperindag. Mendorong unit usaha Bumdes untuk percepatan standarisasi produk unggulan desa maupun Produk lokal yang dihasilkan. Membangun kemitraan dengan akademisi melalui program Kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh UNSA dan UTS dalam membangun Desa melalui pengembangan ekonomi lokal, desa wisata, pembenahan tata kelola administrasi desa. Mendorong terwujudnya produk-produk unggulan desa. Serta membuka peluang usaha Bumdes sehingga mampu membuka lapangan kerja di Desa.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke Kabupaten Sumbawa terkait pola pemberdayaan Bumdes di Kabupaten Sumbawa. Mereka diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa didampingi Kadis PMD di Kantor Bupati.

Sementara itu, Sekda, Drs. H. Hasan Basri, M.M, mengatakan upaya pemberdayaan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah tanpa dukungan dari semua pihak baik akademisi, dunia usaha, perbankan, maupun perusahaan swasta. Pemkab Sumbawa saat ini aktif mendorong partisipasi para pelaku usaha di Desa, Bumdes, koperasi maupun UKM untuk ikut berkolaborasi dalam mendorong terwujudnya “one village one product” atau produk unggulan desa maupun produk unggulan kawasan perdesaan, serta pengembangan pariwisata di desa-desa. (arn)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional