BUMDes Didorong Gerakkan Perekonomian Desa

Dompu (Suara NTB) – Badan usaha milik Desa (BUMDes) kembali digalakkan di Kabupaten Dompu pasca penerapan bantuan keuangan untuk Desa untuk menggerakkan perekonomian di Desa. Tiga BUMDes di Kabupaten Dompu yang menjadi percontohan, masing-masing BUMDes Nusa Jaya, Lepadi dan BUMDes Calabai. Kendati baru, BUMDes Calabai yang diawali kerja swadaya dan bergerak pada potensi Desa menjadikannya terbaik di NTB.

Kepala Desa Calabai, Syaifuddin Juhri kepada Suara NTB di Pekat, Senin, 6 Maret 2017, mengaku baru kembali dari BPMPD Provinsi NTB yang melakukan supervisi terhadap BUMDes Calabai. Hasilnya pun cukup membanggakan, karena BUMDes Calabai disebut terbaik se NTB. “Kita dipilih sebagai terbaik Provinsi hasil supervisinya,” ungkap Syaifuddin Juhri.

Iklan

Pengelolaan BUMDes Calabai, diakuinya difokuskan pada lima sektor yaitu pariwisata bahari, pasar Desa, air minum Desa (PAMDes), Saprodi pertanian, dan usaha ekonomi masyarakat (UEM). Untuk tahap awal, BUMDes ini hanya bermodalkan Rp 40 juta. “Itupun mulai Desember 2016 lalu. Saat ini sudah Rp 46 juta modal usahanya,” jelasnya.

BUMDes Calabai, kata Syaifuddin Juhri, dirinya sengaja mengajak beberapa anak muda yang potensial dan mau berkerja swadaya dalam pengelolaan BUMDes. Upaya ini alhamdulillah membuahkan hasil dan penataan administrasi keuangan serta usaha lainnya bisa tertata serta terencana dengan baik.

“Tapi tahun 2017 ini, kita akan mulai menggajinya. Ndak mungkin kita kerjakan orang, tapi tidak digaji,” akunya.

Karenanya, untuk tahun 2017 melalui dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang diterima Desa Calabai akan kembali dianggarkan untuk modal BUMDes sebesar Rp 200 juta. “Tahun 2017 ini kita akan tambah modal BUMDes Rp 200 juta, sehingga lebih banyak usaha rakyat yang bisa didanai,” terangnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Dompu, H. Supardi, S.Sos, M.Si mengatakan, Desa Calabai Kecamatan Pekat terbaik satu tingkat Provinsi hasil penilaian lomba Desa dan BUMDes merupakan salah satu item penilaian untuk inovasi serta keberhasilan pembangunan di Desa.

Untuk pengelolaan BUMDes di Dompu yang masuk kriteria nominasi ada 3 yaitu BUMDes Nusa Jaya, Lepadi dan BUMDes Calabai. BUMDes – BUMDes ini tidak hanya memiliki usaha simpan pinjam, tapi justru banyak diarahkan untuk membantu termasuk petani jagung berupa pengadaan saprodi pupuk. “Sedikit simpan pinjamnya,” ungkap H. Supardi.

Supardi juga mengaku, pihaknya tetap melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap Desa termasuk BUMDes. Saat ini pihaknya sedang melakukan pendampingan untuk pembuatan profil 20 BUMDes yang diminta oleh Kementerian Desa.

“Sekarang Kementerian Desa minta 10 profil BUMDes lagi. Yang belum ada dasar hukumnya, kita kita upayakan. Terutama pada unit pengelolanya. Ketentuan sekarang, dasar hukumnya cukup dengan peraturan Desa (Perdes). Kalau dulu dengan Peraturan Daerah (Perda),” terangnya.

Selain itu, Dinas PMPD juga mendorong kerjasama BUMDes dengan BRI melalui usaha BRILink. Dari usaha ini, BUMDes akan mendapatkan biaya jasa dari BRI dan biaya dari pengguna jasa. “Sehingga tidak hanya usaha simpan pinjam, tapi ada kegiatan usaha lain juga, termasuk usaha BRILink,” katanya. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here