BUMD Milik Pemkab Lobar PT. Tripat Kolaps

Ilustrasi

Giri Menang (Suara NTB) – BUMD milik Pemda Lombok Barat (Lobar), PT. Tripat kolaps, lantaran kondisi BUMD yang tak beres. Perusda yang seharusnya diharapkan memberikan pemasukan ke daerah, justru tak pernah mampu menyetor PAD. Atas kondisi ini, Pemda Lobar bakal mengambil langkah untuk merombak direksi di BUMD tersebut. Bahkan dewan mewacanakan agar Tripat dibubarkan dan membuka usaha air kemasan di Lobar.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Lobar Hj. Lale Prayatni mengatakan keberadaan BUMD memang dihajatkan untuk mencari uang, seperti halnya BUMN dan bukan menghabiskan uang daerah. Namun, diakui kondisi PT Tripat kondisinya belum normal, sehingga ia pun telah melaporkan kondisi ini ke bupati. Atas perintah bupati, bakal diadakan rapat khusus dengan PT Tripat membahas persoalan di BUMD, namun masih mencari waktu yang pas agar bupati bisa hadir langsung.

Iklan

Untuk mendorong BUMD agar lebih maksimal ke depan, Pemda akan memaksimalkan peranan dewan pengawas yang ada di BUMD. Sebab dewan pengawas ini adalah wakil dari pemda yang ada di perusda untuk melakukan pengawasan. Sejauh ini, PT. Tripat sudah ada temuan Inspektorat. “Memang saat ini kondisi Tripat dari sisi keuangan lagi kolaps, belum menyetor kan PAD,” ujarnya.

Pemda akan membantu perusda ini untuk bangkit, sebab jika dibiarkan maka tentu kondisi Tripat akan terus menerus seperti saat ini. Untuk itu, Pemda akan melakukan perombakan direksi dan pengawas. Diharapkan dengan direksi dan pengawas yang baru perusda ini lebih maksimal ke depan.

Terkait wacana pembubaran PT Tripat oleh dewan, Lale mengaku mengetahui hal tersebut sebab telah disampaikan saat rapat dengan dewan. Hanya saja perihal kebijakan tersebut ada di pimpinan dalam hal ini bupati. Kemungkinan, jelasnya, perlu diadakan rapat khusus dulu baru memutuskan apa langkah terhadap PT Tripat. Menyoal rencana membuka perusahaan air kemasan, diakui memang kondisi keuangan belum mampu. Diakui ada rencana PT Tripat membuka usaha air kemasan, sebab ada sumber air di taman Narmada bisa dimanfaatkan. “Itu rencananya mau dibuatkan air kemasan, tapi memang terkendala anggaran,” imbuhnya. (her)