Bulog Mulai Distribusi Rastra KPM PKH

Kepala Perum Bulog Cabang Bima, Sawaludin Susanto bersama Kadis Sosial Dompu, Tajuddin HIR saat mengecek berat dan kualitas beras Rastra KPM PKH, Rabu, 30 September 2020. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Badan Usaha Logistik (Bulog) Cabang Bima, mulai mendistribusikan bantuan Beras Sejahtera (Rastra), Rabu, 30 September 2020. Bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI tersebut diperuntukan bagi 16.161 KPM PKH di delapan kecamatan. Besarannya, 45 Kg untuk tiga bulan penyaluran sekaligus, yakni Agustus, September dan Oktober.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Dompu, Tajuddin HIR kepada wartawan menyampaikan, tiap KPM PKH mendapat bantuan rastra 15 Kg/bulan. Tetapi karena penyaluran pada tahap pertama ini dilakukan sekaligus untuk 3 bulan, maka beras dengan kualitas medium yang diperoleh 45 Kg.

Iklan

“Mengingat penyalurannya sekaligus jadi tiap KPM mendapat 45 Kg untuk 3 bulan,” terangnya.

KPM PKH jadi sasaran utama, lanjut dia, karena memang dimasa pendemi Covid-19 ini hanya mereka yang belum tersentuh bantuan pemerintah, baik lewat BST, JPS Gemilang, Terpijar maupun BLT.

Atas pertimbangan banyaknya warga miskin di KPM PKH yang turut terdampak Corona, oleh Kemensos kemudian diupayakan mendapat bantuan pangan untuk meringankan beban keluarga. “Rencananya mulai hari ini sampai Tanggal 5 Oktober semuanya sudah terdistribusi,” ujarnya.

Selain meringankan beban keluarga, Tajuddin HIR berharap, bantuan tersebut bisa menunjang penurunan angka stunting di daerah.

Sementara itu Kepala Perum Bulog Cabang Bima, Sawaludin Susanto dikonfirmasi wartawan menyampaikan, sebelum beras ini terdistribusi pihaknya sudah mengecek berat dan menguji ulang kualitasnya. Sehingga bisa dipastikan sesuai harapan masyarakat.

Kalaupun ditemukan keluhan, seperti misalnya kurang berat tanggungjawab itu ada pada pihak ketiga yang telah ditunjuk sebagai penyalur, dalam hal ini PT. DNR. “Kalau misalnya ada kekurangan berat sampai di lapangan, kita bisa memfasilitasi tapi itu semua tanggungjawab DNR. Karena sekarang ini kita sudah lakukan pengecekan, pengujian dan serah terima,” jelasnya.

Sementara untuk persoalan kualitas, Perum Bulog berkomitmen mengganti jika memang ditemukan kekeliruan seperti beras menggumpal, berkutu atau berulat. Namun catatannya, beras tersebut masih ada ditangan penerima manfaat itu sendiri. “Jadi masyarakat kalau ada beras berkutu atau berulat kita langsung ganti berasnya, itu sesuai juknis,” pungkasnya. (jun)