Bulog Lotim Targetkan Serap Gabah Petani 40 Ribu Ton

Pimpinan Cabang Bulog Lotim, Zuhri Hanafi menunjukkan penyerapan gabah di gudang Bulog. Tampak sejumlah buruh tengah memikul gabah untuk dimasukkan ke dalam gudang, Jumat, 26 Maret 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Memasuki musim panen 2021, Perum Bulog cabang Lotim saat ini tengah melakukan penyerapan terhadap gabah petani. Penyerapan ini untuk menjaga kestabilan harga di tingkat petani. Pasalnya Bulog Lotim menargetkan penyerapan gabah petani sebanyak 40.000 ton hingga akhir Desember 2021.

Demikian disampaikan, Pimpinan Cabang Perum Bulog Lotim, Zuhri Hanafi, dikonfirmasi Suara NTB di kantornya, Jumat, 26 Maret 2021. Ia menjelaskan, di tahun 2021 ini Perum Bulog Lotim dengan target penyerapan gabahnya sudah mulai dilaksanakan sesuai aturan Permendag Nomor 24 Tahun 2020. Di mana pembelian di tingkat petani HPP sebesar, Rp4.200, sementara gabah kering giling (GKG), Rp5.300.Untuk target penyerapan gabah beras tahun 2021 sebanyak 40 ribu ton gabah atau setara beras sebanyak 32 ton.

Iklan

“Jadi proses ini sedang dilakukan dan saat ini sudah mencapai 2.300 ton pemasukan gabah dan beras dari target tersebut. Ini akan terus berlangsung sampai bulan Desember,”terangnya. Adapun ketersediaan beras di Gudang Perum Bulog Lotim saat ini sebanyak 1.300 ton dan siap untuk disalurkan kapanpun, baik untuk kebutuhan pemerintah, TNI/Polri hingga untuk menstabilkan harga di tingkat konsumen.

Ketersediaan beras di gudang Bulog Lotim dijamin aman hingga enam bulan ke depan. Terlebih ditambah penyerapan saat ini hingga Desember maka ketersediaan beras di Bulog Lotim akan surplus. Melimpahnya beras ini, kata Hanafi, ke depan akan digunakan untuk Kanwil di daerah-daerah lain, salah satunya seperti pengiriman ke NTT.

Artinya penyerapan ini untuk pemenuhan stok di tingkat nasional. Maka dari itu, Bulog sendiri menjamin stabilisasi harga dengan adanya jaringan-jaringan yang tengah di bangun di tingkat bawah. Apalagi Bulog berkomitmen untuk membeli sebanyak-banyak gabah di tingkat petani sehingga harga di tingkat petani tidak akan jatuh. “Kita juga memantau panen raya. Di mana potensi terjadinya jatuh harga, kita dari Bulog siap untuk menyerap dengan kualitas dan harga yang sesuai. Untuk itu petani tidak perlu khawatir,” tegasnya. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional