Bulog Kurangi Pembelian Gabah Petani

Stok beras di gudang Bulog. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Gudang-gudang penyimpanan beras dan gabah Perum Bulog sudah penuh. Akibatnya, Bulog tidak lagi bisa menyerap secara maksimal beras dan gabah petani. Harga gabah saat ini di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Penurunan harga ini ditengarai salah satunya karena Bulog tidak optimal menyerap.

Menjawab hal ini, Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog NTB, Abdul Muis mengatakan, tidak bisa berbuat banyak. Saat ini Bulog fokus untuk menjual beras dan gabah yang sudah diserap. Stok beras dan gabah sudah menumpuk di gudang-gudang Bulog. Meski demikian, Bulog tetap melakukan penyerapan. Namun tidak semassif sebelum-sebelumnya.

Iklan

“Gudang filial yang kita pakai sudah penuh semua. Gudang-gudang swasta kita yang lainnya juga sudah penuh beras dan gabah. Disisi lain, beras Bulog tidak terserap,” kata Muis, kepada Suara NTB, Selasa, 6 Juli 2021. “Gudangnya penuh, mau taruh di mana. Ibarat mobil, kapasitas tampungnya delapan orang, sementara jumlah penumpang 16 orang, mana bisa. Dimana mau ditaruh,” imbuhnya.

Karena itu, Bulog berharap dukungan pemerintah daerah untuk membantu petani agar membuka pasar dengan cara misalnya, ASN harus membeli beras dari Bulog, bantuan-bantuan sosial bersumber dari beras Bulog untuk mengurangi space gudang Bulog. Sehingga Bulog juga bisa melakukan penyerapan kembali di lapangan.

Pemerintah perlu turut membantu mengurangi stok beras bulog yang ada di gudang. Apalagi beras – beras Bulog ini adalah beras serapan dari petani lokal. Jika tidak pemerintah daerah mengintervensi seperti yang dimaksudkan, mau dikemanakan lagi? katanya. Bulog saat ini menyimpan stok setara dengan 140.000 ton gabah. Sementara setara beras, juga masih tersimpan 28.000 ton. Sembari Bulog mencari pasar lain untuk melonggarkan gudang. Daerah-daerah yang banyak meminta kebutuhan selama ini, permintaannya sedang menurun. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional