Bulog Ingin Datangkan 40 Ton Daging Beku dari India

Abdul Muis. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog ingin mendatangkan 40 ton daging beku ekspor. Asalnya dari India. Bulog masih berkoordinasi dengan Pemprov NTB, meminta persetujuan. “Saya baru tanda tangan bersurat ke ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB untuk diberikan rekomendasi mendatangkan daging bekunya. Kalau sudah ada rekomendasi, berarti kita datangkan,” kata Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog NTB, Abdul Muis kepada Suara NTB, Rabu, 14 Oktober 2020.

Rencana mendatangkan daging beku impor ini menurutnya untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kenaikan harga daging. Menjaga stabilitas harga, sekaligus memenuhi kebutuhan daging di Provinsi NTB.

Iklan

“Jangan sampai dikira mematikan peternak, tidak,” katanya. Bulog, kata Muis, hanya memenuhi kekurangannya. Mengingat, permintaan ternak di daerah ini belum memenuhi kebutuhan dalam daerah.

Jika harga daging naik menjadi Rp150.000/Kg, menurutnya tentu akan menjadi keluhan. Masyarakat, maupun pengusaha rumah makan dan restoran. Dampak lanjutannya adalah nilai makanan yang tinggi, masyarakat akan membayar dengan harga tinggi. Tentu akan terjadi inflasi di sektor kebutuhan daging. “Kami juga sudah mengajukan penambahan investasi untuk menyediakan cold storage (mesin pendingin). Cold storage sudah kita ajukan (ke direksi) untuk pembangunannya. Sementara ini kemungkinan kami sewa,” jelas Muis.

Daging – daging beku yang direncanakan akan didatangkan ini adalah daging kerbau dan daging sapi. Harganya berkisar Rp87.000/Kg, hingga Rp90.000/Kg. Dagingnya, kata Muis, adalah daging kelas super yang biasanya digunakan oleh restoran untuk membuat steak daging. Muis mengatakan, NTB termasuk daerah dengan tingkat konsumsi daging yang cukup tinggi di Indonesia.

Ia meyakini, daging beku yang didatangkan sudah dijamin kesehatannya. Untuk masuk ke Indonesia menurutnya tidak mudah. Pemeriksaannya ketat. Kualitas, maupun kandungannya. Proses pemotongan hewannya juga dilakukan secara profesional. Dengan standar halal internasional. Sebetulnya sangat higienis dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Daging beku disimpan pada lemari pendingin dengan suhu tertentu yang dapat mematikan bakteri-bakteri.

“Soal keamanan dan jaminannya, daging beku sebetulnya sangat aman,” demikian Muis. (bul)