Bulog Baru Serap 41 Persen Gabah Petani

Ilustrasi penggilingan gabah petani NTB.(Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) – Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Sumbawa Kurnia Rahmawati menyebutkan angka serapan gabah di musim tanam pertama belum sesuai target yang ditetapkan Pemerintah. Sebab dari target per bulan Mei di angka 10.197 ton setara beras, baru terealisasi 4.137 ton.

“Memang untuk capaian serapan gabah kita masih rendah dari target yang ditetapkan. Kami juga akan terus mengoptimalkan di sisa waktu yang ada untuk terus mengejar target tersebut, supaya ketersediaan pangan tetap terjaga,” ungkapnya kepada Suara NTB.

Diakuinya, memang ada beberapa kendala dilapangan sehingga angka serapan masih belum optimal, salah satunya usia padi yang dipanen belum sesuai dengan persyaratan Bulog. Karena jika mengacu ke aturan, maka padi yang disyaratkan bisa masuk gudang Bulog minimal harus memiliki kadar air sebesar 14 persen dan hampa tiga persen untuk gabah kering giling (GKG). Sedangkan hasil temuan di lapangan justru, kadar airnya masih cukup tinggi sehingga Bulog belum maksimal menyerap gabah petani.

“Persoalan di kadar air tetap menjadi acuan utama Bulog dalam menyerap gabah petani, jika tidak sesuai maka tidak akan diambil,” sebutnya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan upaya maksimal dalam mengejar target yang sudah ditetapkan tersebut. Selain itu, mitra Bulog juga akan diminta untuk bisa maksimal melakukan penyerapan gabah petani di lapangan. Tentu dengan ketentuan yang diatur dalam Inpres nomor 5 tahun 2015. Apalagi masih ada waktu untuk mengejar target tersebut sampai dengan akhir bulan Mei.

“Kita masih ada waktu untuk mengejar target tersebut dan kami sudah meminta mitra Bulog untuk lebih maksimal bekerja di lapangan. Tentu dengan tetap mengedepankan kualitas gabah yang akan diserap,” pungkasnya. (ils)