Bulog akan Tekan Mitra Stabilkan Harga Gabah Petani

Kepala Bulog Dompu, Sawaludin Susanto saat mengecek harga gabah petani dan memberikan pemahaman kepada tengkulak serta petani di so Cumpa kelurahan Kandai Dua, Kamis (8/4). (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Perum Badan Logistik (Bulog) memastikan akan menekan perusahaan mitra yang menyerap gabah petani untuk membeli gabah sesuai kualitas. Kembali turunnya harga gabah petani satu dua hari ini diduga akibat tengkulak tidak menghargai gabah petani berdasarkan kualitas. Bulog cabang Bima pun siap menyerap langsung gabah petani untuk menstabilkan harga.

Kepala Perum Bulog Cabang Bima, Sawaludin Susanto bersama timnya langsung turun ke lapangan menyaksikan kualitas gabah petani usai dipanen di so Cumpa Kelurahan Kandai Dua kecamatan Woja, Kami, 8 April 2021. Selain bertemu petani dan kelompok tani, tim Bulog juga bertemu tengkulak yang sedang membeli gabah petani. Gabah petani yang baru dipanen dihargai tengkulak Rp3.800 per kg, bahkan ada yang menghargai hingga Rp3.600 per kg. Padahal kualitas gabah petani tergolong bagus dengan kadar air (KA) di bawah 25 persen.

Iklan

“Di gudang, kita diambil Rp3.950 (per kg). Sementara kita tanggung mobil (angkutan) dan buruh. Dari itu kita ambil untung Rp50 (per kg). Kadang gabah kita tidak diambil gudang kalau terlalu basah,” kata Faisal, yang membawa gabahnya ke gudang Putra Indonesia (PI) Dompu saat memberikan penjelasan kepada kepala Bulog Bima di so Cumpa Kandai Dua.

Adidiyah, petani di So Cumpa mengaku, sering kali gabah petani dipermainkan oleh tengkulak dan petani tidak berdaya menghadapinya. Kondisi cuaca, keterbatasan peralatan pendukung, dan kebutuhan biaya menutupi biaya produksi membuat pihaknya harus segera menjual gabahnya usai dipanen. Pada kondisi ini membuat pihaknya harus menjual ke tengkulak, karena tidak memiliki pilihan lain untuk menjual. “Kita tidak persoalkan dengan (sistem) rafaksi gabah kita, tapi paling tidak hargai gabah kami sesuai kualitasnya. Kalau memang baik, jangan dikatakan buruk. Ini oleh tengkulak dipukul rata gabah kita,” katanya.

Syarifuddin, ketua kelompok tani So Tengah Cumpa Kandai Dua pada kesempatan yang sama langsung meminta kepastian Bulog soal harga gabah. Ia pun meminta agar tengkulak dibekali alat tester kadar air (KA) gabah kering panen, sehingga petani tidak dirugikan. “Kadang gabah petani KA-nya di bawah 25 persen disamaratakan (dengan yang basah),” ungkapnya.

Para petani di So Cumpa Kandai Dua juga mengungkapkan alasan pihaknya memanen muda padinya karena faktor tenaga kerja dan keterbatasan alat perontok padi. “Saat combine turun, kalau kita ndak segera potong, (padi) kita ndak ada yang potong. Makanya kita langsung potong walaupun masih ada biji hijaunya,” jelas Adidayah.

Menanggapi keluhan petani dan tengkulak, Sawaludin menegaskan, akan memanggil mitranya dan menekankan pembelian gabah tidak diratakan harganya. Tapi pembelian gabah harus disesuaikan dengan kualitas gabah. “Kalau gabahnya kualitas bagus, KA-nya maksimal 25 persen, harus juga dihargai Rp4.200 di gudang. Kalau harga di gudang sesuai kualitas, tentu akan berdampak pada harga di tingkat petani,” katanya.

Bulog, lanjut Sawaludin, siap menyerap langsung gabah petani sesuai kualitas gabah. Dimana gabah kering panen dengan KA maksimal 25 persen dan rata – rata butirannya kuning akan dibeli Rp4.200 per kg. Untuk gabah dengan KA 25 – 29 persen harganya Rp4 ribu, dan gabah dengan KA di atas 30 persen dihargakan Rp3.800,- per kg. “Kita siap beli langsung gabah petani sesuai HPP. Tapi petani harus juga siap, bila gabahnya tidak sesuai kualitasnya untuk dirafaksi,” kata Sawaludin.

Ia juga meminta kepada petani untuk tidak memanen padinya saat hujan, karena akan berpengaruh pada kadar airnya. Begitu juga dengan padi yang belum usia panen untuk tidak dipanen. Biji hijau karena dipanen muda akan berpengaruh pada kualitas beras dan itu akan berpengaruh pada kadar hampa. “Petani tadi prinsipnya siap dirafaksi gabahnya bila tidak sesuai kualitas,” ungkap Sawaludin.

Temuan kepala Bulog bersama timnya di so Cumpa Kandai Dua ini langsung dilaporkan ke Bupati Dompu di ruang kerjanya. “Besok saat penyerapan gabah petani (oleh Bulog), saya ingin turun lihat langsung,” kata Bupati Dompu, Kader Jaelani menanggapi laporan Bulog yang akan menyerap gabah petani, Jumat, 9 April 2021 ini.

Kader Jaelani juga mengungkapkan, kehadiran Bulog cabang Bima di Dompu untuk mengecek harga gabah petani karena dihubungi olehnya. Ia langsung menghubungi kepala Bulog pada Rabu, 7 April 2021 malam sekitar pukul 23.00 wita setelah melihat status FB terkait harga gabah yang belakangan ini kembali anjlok. “Saking seriusnya saya, malam – malam saya langsung hubungi kepala Bulog setelah lihat FB soal harga gabah yang kembali turun,” katanya. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional