Bule Pembuat Ulah di Dasan Agung Dideportasi

Mataram (suarantb.com) – Johanna Karoliina bule asal Finlandia yang membuat heboh di Dasan Agung Mataram, 5 Oktober 2016 lalu, akan dideportasikan ke negaranya pada sore ini. Hal tersebut diungkapkan Kasi Pengawas dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, R. Agung Wibowo saat dihubungi suarantb.com.

“Sore ini baru mau dideportasi ke negara asalnya. Kita sedang siapkan pemulangannya ke negara asal,” ujar Agung, Senin, 17 Oktober 2016.

Iklan

Izin tinggal Johanna diketahui telah habis, sehingga pihak imigrasi melakukan pemulangan terhadapnya. Proses pemulangan Johanna ke negara asal telah melalui koordinasi dengan Kedutaan Finlandia.

“Kita telah menyiapkan tiketnya. Kita juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Finlandia,” jelas Agung.

Menurut Agung, kondisi Johanna saat ini telah baik. Kendati demikian, pihak imigrasi kesulitan untuk berkomunikasi dengannya, karena kerapkali tidak menjawab ketika ditanya petugas. Sementara terkait indikasi bule tersebut mengalami gangguan jiwa, Agung mengatakan belum ada pemeriksaan lebih lanjut dari pihak kesehatan.

“Kalau itu saya belum bisa memastikan, karena belum ada pemeriksaan dari pihak kesehatan. Tapi kalau kita lihat dari keadaannya, dia sulit untuk diajak komunikasi,” ungkap Agung.

Beberapa pekan lalu Johanna sempat membuat ulah di beberapa tempat. Johanna yang menyewa kamar di Motel Langko 48 tiba-tiba keluar kamarnya dan menuju halaman luar Kejati NTB. Johanna berdandan seksi dengan menggunakan pakaian sedikit transparan dan serba hitam. Johanna kemudian berjemur diri di depan Kemari NTB.

Tidak sampai di situ, tingkah Johanna semakin menjadi-jadi. Ia mengambil pisang di salah satu warung tanpa membayar. Johanna kemudian berjalan keliling Dasan Agung sambil berjoget. Ia sempat diduga mengalami gangguan jiwa. Atas aksinya tersebut, Johanna kemudian digiring petugas kepolisian ke kantor keimigrasian Mataram. (szr)