Bule Pembuat Heboh Sudah Lampaui Izin Tinggal di Indonesia

Mataram (suarantb.com) – Johanna Karoliina, bule asal Finlandia yang bikin aksi heboh dan menjadi tontonan warga Dasan Agung, Kota Mataram ternyata telah melampaui izin tinggal di Indonesia. Bule yang diketahui bernama Johanna Karoliina diduga mengalami stres dan bertingkah layaknya orang gila.

Kasi Pengawas dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, R. Agung Wibowo, mengatakan izin tinggal Johanna Karoliina telah habis lebih dari 30 hari. “Sudah overstay lebih dari 30 hari. Kita akan berkoordinasi dengan Pihak Kedutaan Finlandia,” ujar Agung saat ditemui di ruang kerjannya.

Iklan

Bule tersebut diketahui membawa barang berupa, satu buah paspor, satu buah Iphone tipe 5S, tas alat kosmetik, selendang, sepasang sepatu, tiga buah kunci, dan uang tunai berjumlah Rp 1.767.500.

3-2

Johanna Karoliina (28) ditahan di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Rabu, 5 Oktober 2016 (suarantb.com/szr)

Diketahui, Johanna datang ke Lombok pada 7 Juni 2016 dengan izin tinggal selama 60 hari. Tanggal 5 Agustus 2016, Johanna melakukan perpanjangan iin tinggal selama 30 hari. Sehingga berakhir tanggal 4 September 2016. Sehingga selama 32 hari izin tinggalnya telah habis.

Untuk memastikan apakah Johanna mengalami gangguna jiwa atau tidak, pihak Imigrasi berencana akan melakukan koordinasi dengan pihak kesehatan. Begitu juga dengan indikasi mengkonsumsi obat-obatan.

3-11

“Untuk masalah adanya gangguan jiwa atau penyakit lainnya, kami belum lebih jauh. Kami akan berkoordinasi dengan pihak kedutaan atau mungkin dokter. Begitu juga dengan indikasi mengkonsumsi obat-obatan,” jelasnya.

Hingga kini, Johanna telah ditempatkan di kantor Imigrasi Kelas I Mataram, dikarenakan melanggar izin keimigrasian.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari Motel Langko 48 tempatnya menginap, Johanna menelusuri jalan di Dasan Agung, Rabu 5 Oktober 2016. Mengenakan pakaian yang minim, ia sempat berhenti di depan salah satu masjid di Repoq Bebek, Dasan Agung.

Ia kemudian menyuruh salah seorang warga memperbaiki gelang pada kakinya. Sontak saja itu mendatangkan banyak warga yang ingin menyaksikannya. Beruntung pihak kepolisian dari Polres Mataram dapat membawanya ke Kantor Imigrasi Kelas I Mataram. (szr)