Bukit Kayangan, Bukit Tandus Jadi Areal Wisata Menarik

0
Keindahan alam Bukit Kayangan Desa Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lotim yang menjadi alternatif berwisata di Lotim. (Suara NTB/rus)

Bukit Kayangan Labuhan Lombok sebelumnya lahan tandus yang tak terurus. Terlihat hanya tanaman lamtoro dan pohon kecil-kecil yang tumbuh di atas bukit. Sementara dari atas perbukitan Kayangan ini, terpampang pemandangan alam indah dari berbagai sudut. Melihat potensi besar itu, Desa Labuhan Lombok kemudian menjadikannya kawasan wisata menarik.

PENGELOLA Objek Wisata Bukit Kayangan, Abdul Haris Munandar kepada media, Kamis, 12 Mei 2022 menguraikan sejarah objek wisata yang dikelolanya. Dituturkan, Pemerintah Desa Labuhan Lombok telah dibawah pimpian Hj. Siti Zaenab berinvestasi sebesar Rp 490 juta untuk menata kawasan tandus tersebut menjadi destinasi wisata andalan.

IKLAN

Bersama dengan pemuda setempat menjadikan kawasan wisata Bukit Kayangan ini menjadi tertata lebih baik. Perencanaan penataan sebenarnya dimulai sejak tahun 2018. Akan  tetapi, terjadi  musibah gempa bumi hingga tahun 2019. Masuk tahun 2020, muncul musibah non alam. Pandemi Corona Virus Disease Covid-19 yang juga berlangsung cukup lama.

Oktober 2021, akhirnya objek wisata yang dimimpikan pemuda Labuhan Lombok ini terwujud. Oktober mulai dikerjakan pembangunan sejumlah fasilitas dan rampung awal tahun 2022. Sampai saat ini,  objek wisata Labuhan Lombok yang menjadi embrio wisata desa pesisir ini sudah beroperasi empat bulan.

Sejumlah fasilitas penunjang pun di Bukit Kayangan ini sudah sudah terbangun. Jalan setapak, tempat berswafoto, hingga dua unit perumahan khas Suku Sasak dan rumah adat Sulawesi. Di dalam rumah adat ini, terdapat jenis pakaian adat. Rumah adat itu menjadi miniatur Suku Sasak dan Sulawesi yang menjadi ciri khas dari Desa Labuhan Lombok yang notabenenya juga banyak penduduk pendatang dari Sulawesi.

 Sampai saat ini, rata-rata pengunjung 100-500 orang per hari. Wisata di Bukit Kayangan ini tidak saja menikmati keindahan alamnya. Tapi juga wisata edukasi. “Banyak masyarakat yang berkunjung dan responnya cukup bagus,” urainya.

Menurut pengunjung banyak hal yang bisa dinikmati dari atas Bukit Kayangan. Bahkan dinilai wisata Bukit Kayangan ini komplit. Antara lain bisa melihat hamparan Selat Alas dari ketingggian 89 Mdpl. Lalulintas kapal feri yang melintasi Selat Alas, yakni baik dari Pulau Sumbawa maupun dari Lombok sendiri. Tidak terkecuali, pemandangan  indahnya Gunung Rinjani, melihat dari seberang Pulau Sumbawa. Keindahan alam yang disuguhkan Bukit Kayangan ini tidak ada ditemukan di objek wisata lainnya. Ada juga lokasi camping ground.

Mengunjungi objek wisata Bukit Kayangan ini cukup mudah. Lokasinya berada tepat di pinggir jalan yang tidak jauh dari Pelabuhan Kayangan Pringgabaya. Dari Kota Mataram menuju Labuhan Lombok itu sekitar 84 km. Pengendara dapat menempuh perjalanan sekitar dua jam lebih. Sedangkan dari Selong ibukota Lotim, butuh waktu yang tak terlalu lama ke arah timur menuju Pulau Sumbawa.

Ditambahkan, penataaan objek wisata Bukit Kayangan ini melibatkan semua unsur. Konsepnya, wisata di Bukit Kayangan ini diupayakan bisa terus berkelanjutan. Karenanya, dibutuhkan keterlibatan dari seluruh elemen masyarakat. Seluruh pelaku usaha yang memiliki produk jajan juga dipersilakan menitipnya di kantin dan siap akan dibantu penjualannya.

Selanjutnya, Desa Labuhan Lombok merupakan satu-satunya desa yang berhasil masuk 300 besar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Sebagai desa yang baru memfokuskan diri menata objek wisata, Labuhan Lombok mengaku bersyukur dan bisa melangkah jauh melampaui desa-desa lain se Lotim yang ikut ADWI.

Tidak saja objek wisata Bukit Kayangan yang dimiliki. Selain itu juga suda ada wisata snonerkeling, paket wisata tour gili, Labuhan Lombok juga memiiki kapal pinisi. Harapannya, ke depan Labuhan Lombok bisa tampil lebih baik. Menjadi desa wisata pilihan yang dapat dikunjungi banyak wisatawan dari seluruh daerah. (rus)

IKLAN