Bukan Sukma dan Fiddin, Harum Justru Anggap Al-Habib Lawan Terberat

Selong (Suara NTB) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu pesta demokrasi yang sulit dibaca arah kemenangannya. Pasalnya, dari empat pasangan calon (paslon) yang bertarung yakni paket Harum, Al-Habib, Sukma dan Fiddin memiliki kans yang besar untuk menjadi pemenang.

Namun bagi paslon nomor urut 1, paket Harum (H.Haerul Warisin – H. Machsun Ridwainny) yang dianggap lawan paling berat yakni Ali Masadi-Putrawan Habibi (Al-Habib). Dikatakan lawan paling berat dibandingkan dua pasangan calon lainnya, Sukiman Azmy-H.Rumaksi (Sukma) dan H.M.Syamsul Luthfi-H.Najamudin Moestafa (Fiddin), paket Al-Habib yang maju melalui jalur perseorangan memiliki peluang yang cukup besar untuk memenangkan pesta demokrasi di Kabupaten Lotim.

Iklan

“Paslon lainnya yakni Harum, Sukma dan Fiddin sebelumnya sudah dikenal oleh masyarakat karena sama-sama pernah memimpin Lotim. Berbeda dengan Al-Habib, orang baru, sehingga masyarakat ingin mencobanya untuk menjadi pemimpin,” terang Calon Bupati Lotim nomor urut 1, H. Haerul Warisin, belum lama ini.

Selain itu, ujarnya, pasangan Sukma dan Fiddin sudah jelas suara dan dukungannya. Bahkan suara yang dimiliki oleh dua paslon yang merupakan calon yang dinilai cukup kuat itu suaranya tidak bisa diambil. Kendati demikian, ia tetap menegaskan bahwa paslon yang paling diwanti-wanti pergerakannya yakni pasangan nomor urut 2, Al-Habib. “Berat Al-Habib ini, saingan terberat menurut saya iya Ali Masadi, terlebih ia berhasil maju lewat jalur independen,” ujarnya.

Dalam mengantisipasi hal ini, pihaknya terus memperbanyak silaturahmi ke masyarakat. Silaturahmi ini untuk memetakan kantong-kantong suara di dalam memenangkan pertarungan di Pilkada Lotim. “Bukannya tidak percaya hasil survei, tapi Harum memiliki cara tersendiri untuk melakukan survei diri sendiri. Kita perbanyak silaturahmi, itulah menjadi survei kami,”tegasnya.

Disebutkannya bahwa di Kabupaten Lotim terdapat sekitar 26 persen suara yang masih abu-abu atau tidak bertuan. Untuk itu suara yang tidak bertuan itulah yang dikejar. “Suara dari Sukma dan Fiddin sulit kita dapatkan, untuk itu suara Al-Habib inilah yang terus kami coba masuk di sana,” akunya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here