Bukan Peserta, Pelajar SMP di Dompu Dipaksa Ikut UN

Dompu (Suara NTB) – Pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs di Dompu ditemukan ada siswa yang dipaksa mengikuti ujian, padahal tidak terdaftar sebagai peserta. Pihak sekolah berdalih untuk membantu siswa dan namanya sudah beberapa kali diajukan sebagai peserta UN. Siswa inipun mengikut UN dengan nama siswa lain.

Kasus ini terungkap dari pelaksanaan UN di SMPN 2 Dompu yang diikuti oleh siswa SMPN 2 Dompu dengan 207 peserta, SMP IT Oo Dompu dengan 15 orang siswa, dan SMP PGRI Saneo dengan 31 orang peserta. Pada hari pertama pelaksanaan UN, 205 siswa SMPN 2 Dompu hadir dan 2 orang lainya pindah, 15 siswa SMP IT Oo semua hadir, dan siswa SMP PGRI Saneo yang hadir hanya 16 dari 31 siswa sebagai peserta.

Iklan

“Memang kemarin ada satu siswa SMP PGRI Saneo terpaksa kita suruh pulang karena tidak ada namanya sebagai peserta. Kita minta ke kepala sekolahnya untuk koordinasi dengan Dinas, sampai jam pulang tidak kembali,” kata Efendi H. Ibrahim, S.Ag kepala SMPN 2 Dompu selaku pelaksana UN, Selasa, 24 April 2018.

Kepala SMP PGRI Saneo, Abdul Haris yang dikonfirmasi terkait hal ini membenarkan ada seorang siswinya yang terpaksa dipulangkan pada hari pertama pelaksanaan UN karena tidak ada namanya dalam daftar peserta UN. Siswi ini sudah beberapa kali diajukan sebagai peserta melalui laporan dapodik, tapi tidak muncul namanya. “Maklum operator kita ini, jadi operator juga di SMA 1 Woja (jadi tidak fokus),” kata Abdul Haris.

Kendati tidak terdaftar sebagai peserta, siswi ini tetap diikutkan dalam peserta UN di hari kedua. Ketidak ikutannya di hari pertama, akan diikutkan dalam peserta ujian susulan dan itu sudah didaftarkan pada panitia rayon pelaksana UN. Siswi ini mengikuti UN, tidak menggunakan nama sendiri tapi menggunakan nama siswa lain yang tidak ikut UN. “Saya ndak tahu panitia di dalam, dia menggunakan nama siapa,” aku Abdul Haris polos.

Haris mengaku, mengikutkan siswi yang tidak terdaftar sebagai peserta UN untuk mengikuti UN atas nama rekannya karena ingin membantu siswinya menyelesaikan studi. “Kita ingin bantu siswa saja,” akunya.

Namun dari 31 orang siswa yang terdaftar sebagai peserta UN dari SMP PGRI Saneo, hanya 23 orang yang aktif sejak ujian sekolah. Tapi pada hari pertama pelaksanaan UN, yang hadir hanya 16 orang dan hari kedua sebanyak 23 orang. Delapan orang yang tidak ikut ujian sejak awal karena mengikuti orang tuanya berladang. “Anak – anak terlambat datang, maklum dari Saneo ke SMP 2 Dompu cukup jauh juga jaraknya,” jelas Abdul Haris. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here