Buka Tahun 2020, Unram Kukuhkan Tiga Guru Besar

Rektor Unram Lalu Husni didampingi Ketua Senat Unram H. Mansur Ma’shum pose bersama dengan tiga guru besar yang baru dikukuhkan. (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Awal tahun 2020 ini civitas akademika Universitas Mataram (Unram) patut berbahagia sebab Unram telah mengukuhkan 3 Guru Besar dalam acara Sidang Terbuka Senat Pengukuhan Guru Besar Universitas Mataram bertempat di ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Unram, Selasa, 4 Februari 2020.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 jam tersebut mengukuhkan Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Tanah pada Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Muhammad Natsir, SH., MHum., sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Pidana pada Fakultas Hukum dan Prof. Dr. Mansur Afifi sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pengukuhan ketiga profesor tersebut, menambah guru besar Unram menjadi  55 orang.

Iklan

Rektor Unram Prof. L. Husni mengatakan guru besar menjadi salah satu indikator kinerja Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi yang bersangkutan.

“Untuk itu kami berharap kepada para guru besar yang baru saja dikukuhkan agar terus fokus mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan bidangnya, sehingga bisa menghasilkan publikasi-publikasi internasional, ” pesannya.

Rektor Unram ke-9 itu mengatakan dengan publikasi-publikasi internasional dari para guru besar dapat membantu mendongkrak kinerja lembaga serta akreditasinya. “Termasuk yang tidak kalah pentingnya adalah produk-produk inovasi yang dihasilkan agar dikenal dan bisa bermanfaat bagi masyarakat bangsa dan negara” imbuhnya.

Prof. Husni lebih jauh menjelaskan Unram telah memberlakukan kebijakan-kebijakan yang didesain khusus untuk percepatan guru besar. Bahkan dia mengatakan Unram sudah menaikkan anggaran skema untuk percepatan guru besar.

“Agar dapat mendorong dosen-dosen terutama yang sudah berstatus Lektor Kepala melakukan riset-riset dan publikasi internasional, sehingga dapat meraih guru besar, ” jelasnya. “Dan yang sudah Guru Besar melakukan tugas wajibnya sebagai Guru Besar untuk membuat karya ilmiah yang terpublikasi internasional, ” sambungnya.

Prof. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Pengukuran dan Pemetaan Karbon dan Nitrogen dari Pantulan Cahaya Tanah” mengungkapkan bahwa Teknologi Near Infrared terbukti dapat digunakan untuk mengukur total karbon dan total nitrogen pada berbagai jenis tanah di New Zealand tempatnya meraih program doktoral.

Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Natsir, SH., M.Hum yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni itu membacakan orasi ilmiah dengan judul “Model Alternatif Penyelesaian Konflik Komunal yang Efektif di Masa Mendatang di NTB”. Adapun Prof. Dr. Mansur Afifi  membacakan  orasi ilmiah berjudul “Reinventing Nilai-Nilai Agama dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Alam”. (dys)