Buka Penyewaan Buku untuk Permudah Akses Bacaan

Mataram (suarantb.com) – Berawal dari hobi membaca dan gemar membeli buku, Dian Natalia (25) membuka penyewaan buku di Cakranegara. Tempat penyewaan buku yang dibuka Dian berada di sebuah toko optik. Kepada suarantb.com belum lama ini, Dian menceritakan penyewaan buku tersebut ia buka sejak 2015 lalu.

Dengan dibukanya penyewaan buku ini, ia juga ingin mempermudah akses bacaan bagi para pecinta buku. “Karena saya suka baca dan punya banyak koleksi buku makanya buka penyewaan buku ini. Sekalian santai-santai sambil jaga toko,” jelasnya.

Iklan

Para penyewa buku yang menjadi langganannya tidak hanya anak-anak muda, tapi juga berasal dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. Promosi tempat penyewaan bukunya dari mulut ke mulut dan ia juga promosi melalui media sosial Instagram.

Ada ratusan buku koleksi milik Dian. Koleksinya didominasi genre fantasi seperti serial Harry Potter, serial Narnia, serial Infernal Devices, dan ada juga novel bergenre metropop. “Saya suka fantasi,” ujarnya. Membaca novel fantasi membuatnya dapat bertualang dalam imajinasinya. Harga sewa yang ditetapkan Dian berdasarkan ketebalan bukunya. Biasanya ia mengenakan tarif sewa sebesar 10 persen dari harga buku.

Awalnya ia ragu untuk membuka penyewaan buku karena melihat minat baca masyarakat masih kurang. Ia juga berencana untuk membuka ruang penyewaan khusus di lantai atas tokonya, tapi urung karena menurutnya tidak banyak masyarakat yang suka membaca. “Dulu saya ada rencana untuk buka di atas. Tapi kok kayaknya nggak ada yang suka baca buku,” ujarnya.

Dian mulai gemar membaca sejak SMP. Untuk memenuhi kebutuhannya akan buku, ia sering membeli buku bekas di toko daring. Ia juga sering sewa buku di sebuah tempat penyewaan yang saat ini sudah tutup. Biasanya dalam sepekan ia bisa menghabiskan dua sampai tiga buku.

  Teater Kampus di NTB Belum Berani Ambil Resiko

Ia berharap masyarakat NTB memiliki minat baca yang tinggi. Sebagai pecinta buku ia juga berharap di Mataram ada pameran buku besar seperti di kota-kota besar lainnya. “Harapannya ada pameran buku seperti di kota-kota besar lainnya sehingga akses mendapatkan bacaan yang murah bagi masyarakat bisa lebih mudah,” pungkasnya. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here