Buka Akses 700 KK Terisolasi, PUPR dan BPBD akan Bangun Jembatan Baru

0
Jembatan putus di Desa Tangga Baru Kecamatan Monta.(Suara NTB/ist)

Bima (Suara NTB) – Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima akan segera membangun jembatan baru untuk membuka akses 700 kepala keluarga (KK) di Desa Tangga Baru Kecamatan Monta yang masih terisolasi.

“Terkait putusnya jembatan di Desa Tangga Baru Kecamatan Monta kita akan segera membangun jembatan baru,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bima, Muhammad Farid Wadji ST, Kamis, 6 Januari 2022.

IKLAN

Lebih lanjut Farid mengatakan, pihaknya bersama dengan tim BPBD juga telah turun melakukan survei hingga mencatat kerugian. Berdasarkan estimasi, kerugian putusnya jembatan yang menghubungkan sejumlah Desa di Kecamatan Langgudu bagian selatan tersebut mencapai Rp1,1 miliar.

“Estimasi kerugian capai Rp1,1 miliar. Dan saat ini kita juga sedang membahas rancangan desain jembatan baru bersama BPBD,” ujarnya

Sembari menunggu proses desain dan pembangunan jembatan baru, Farid mengaku pihaknya bersama tim BPBD akan terlebih dahulu membangun jembatan alternatif untuk akses jalan sementara bagi masyarakat. “Jembatan darurat untuk akses jalan alternatif akan dibangun dengan menggunakan batang kelapa,” ujarnya.

Seperti diketahui sebuah jembatan yang berada di Desa Tangga Baru Kecamatan Monta Kabupaten Bima putus. Ambruknya jembatan yang menghubungkan dua Kecamatan Monta dan Langgudu bagian Selatan itu membuat ribuan jiwa terisolasi.

Kepala Desa Tangga Baru Kecamatan Monta, A. Rasyid S.Sos, mengatakan jembatan yang berada diantara dusun 1 dan dusun Tanjung baru tersebut, ambruk setelah diterjang banjir pada Senin, 3 Januari 2022. “Ambruk Senin kemarin. Hingga saat ini belum bisa dilewati kendaraan,” katanya kepada Suara NTB, Rabu, 5 Januari 2022.

Ia mengaku penyebab putusnya jembatan  karena diterjang banjir, juga diperparah terkikisnya tanah akibat longsor. Beruntungnya dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Pemukiman dan lahan pertanian warga juga tidak terendam. “Lokasi jembatan ini cukup jauh dari pemukiman warga,” ujarnya.

Rasyid mengatakan, putusnya jembatan itu membuat aktivitas warga di Desa terganggu dan lumpuh total alias. Bahkan tercatat ribuan jiwa dengan rincian 700 kepala keluarga (KK) dari empat dusun masih terisolasi. Begitupun warga dari Kecamatan Woha yang bertani bawang merah di Desa setempat juga tidak melewati.

“Dampaknya kendaraan tidak bisa lewat.  Kalaupun bisa, hanya sepeda motor, itupun harus digotong ramai-ramai oleh warga,” ujarnya.

Ia menerangkan jembatan yang ambruk di Desa setempat meupakan wewenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima karena menghubungkan sejumlah Desa di Kecamatan Langgudu bagian selatan yakni, Desa Karampi, Waduruka, Pusu dan Sarae Ruma. “Jembatan ini juga jalur menuju ke obyek wisata pantai Rontu. Untuk sementara masih diupayakan membangun jembatan alternatif,” ujarnya. (uki)