Budidaya Udang Rp4 Triliun

Dewi Noviany (Suara NTB/nas)

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjuk Kabupaten Sumbawa menjadi lokasi pengembangan budidaya udang vaname skala besar di Kecamatan Moyo Utara. Budidaya udang vaname skala besar atau shrimp estate dengan dukungan anggaran sekitar Rp4 triliun tersebut akan melibatkan 726 kepala keluarga (KK) yang ada di daerah tersebut.

Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd., yang dikonfirmasi di Sumbawa Besar, Sabtu, 4 September 2021 mengatakan, Pemda sangat mendukung program nasional tersebut. “Karena di Kecamatan Moyo Utara banyak sekali tambak udang tradisional yang mati suri,” katanya.

Iklan

Dijelaskan, banyak tambak udang milik nelayan setempat yang mati suri akibat sejumlah persoalan. Antara lain, harga bibit dan pakan yang mahal.

“Mudah-mudahan dengan adanya shrimp estate ini penghasilan mereka yang dulu mungkin satu petak hanya Rp5 juta. Tetapi dengan adanya shrimp estate ini bisa berlipat-lipat,” harapnya.

Novi menyebutkan potensi pengembangan budidaya udang vaname di Kecamatan Moyo Utara memang cukup besar, yaitu 1.000 hektare. Disebutkan sebanyak 726 KK di daerah yang menjadi lokasi program ini lahanya dimiliki oleh masyarakat. Mereka inilah yang akan dilibatkan dalam program tersebut.

Sementara itu, lanjut Novi, ada 200 hektare lahan yang dimiliki oleh Pemerintah di sana. “Kami sudah bertemu dengan pemilik lahan. Melalui program shrimp estate ini, kita ingin mengubah kesejahteraan masyarakat, tadinya penghasilannya kecil. Tetapi dengan adanya shrimp estate, akan berlipat-lipat karena secara ekonomi sangat menjanjikan,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemkab Sumbawa menargetkan  1.000 hektare lahan untuk budidaya udang vaname skala besar akan tuntas tahun 2021 ini. KKP enyiapkan anggaran untuk budidaya udang vaname di Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa sekitar Rp4 triliun.

Sedangkan untuk budidaya lobster dan kampung lobster di Lombok Timur sekitar Rp1 triliun. Sehingga, total anggaran yang disiapkan KKP untuk budidaya udang vaname, budidaya lonster dan kampung lobster sebesar Rp5 triliun.

Sekda Sumbawa, Drs. Hasan Basri, M.M., mengatakan Pemkab Sumbawa menyambut baik proyek besar dari KKP tersebut. Sekarang Pemda Sumbawa sedang menyiapkan lahan seluas 1.000 hektare. Kemudian mensosialisasikan program ini kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Muslim, S.T., M.Si., menjelaskan KKP membangun kawasan budidaya udang vaname pada tiga lokasi di Indonesia, salah satunya NTB, yang berada di Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa.

Anggaran yang disiapkan KKP untuk tiga lokasi tersebut sebesar Rp12 triliun. Di mana, NTB mendapatkan sepertiganya atau sekitar Rp4 triliun. Sementara di Lombok Timur, kata Muslim, KKP akan membangun kawasan budidaya lobster dan kampung lobster. Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan kawasan budidaya lobster saja mencapai Rp550 miliar. Belum lagi untuk pembangunan kampung lobster. Untuk pembangunan Kampung Lobster berada di Telong Elong, sedangkan pengembangan budidaya lobster  berbasis kawasan di Teluk Ekas. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional