Malam Puncak Bau Nyale Jadi Daya Tarik Wisatawan

Ilustrasi Event Bau Nyale (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Malam puncak Festival Pesona Bau Nyale 2020 yang digelar Jumat, 14 Februari 2020 malam nanti masih menjadi daya tarik tersendiri untuk memikat wisatawan. Beberapa hari menjelang malam puncak, agen perjalanan mencatat tahun ini pemesanan paket wisata khusus untuk mengikuti festival tersebut lebih baik dari tahun lalu.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) NTB, Dewantoro Umbu Joka, menerangkan bahwa sebagian besar pemesanan paket yang diterima anggotanya berasal dari wisatawan domestik. Hal tersebut didukung harga tiket pesawat yang mulai turun beberapa bulan terakhir.

“Tiket pesawat ini mulai turun, harganya kompetitif,” ujar Dewantoro kepada Suara NTB, Rabu, 12 Februari 2020. Menurutnya ada juga beberapa pesanan dari wisatawan mancanegara (Wisman), khususnya yang datang dari Bali dan kawasan Tiga Gili.

Diterangkan Dewantoro daya tarik utama Festival Pesona Bau Nyale adalah malam puncak di mana para pengunjung bersama-sama berusaha menangkap biota laut tersebut menjelang dini hari. Terkait perubahan lokasi yang biasa dilakukan di Pantai Seger menjadi Pantai Tanjung Aan disebut tidak banyak mempengaruhi pesanan paket wisata.

Baca juga:  Puteri Mandalika, MotoGP & Kreativitas Fashion dari Tenunan

“Yang menjadi ikon itu tetap nyale itu sendiri, kalau tempat tidak jadi masalah. Daya tariknya jelas nanti malam, karena ikonnya di situ,” ujar Dewantoro.

Tingkat kunjungan sendiri dibanding tahun lalu diakui lebih banyak. Mengingat tahun lalu gelaran Festival Pesona Bau Nyale harus berhadapan dengan proses pemulihan pascagempa serta harga tiket pesawat yang masih mahal. “Tahun ini kenaikannya khusus untuk wisatawan Bau Nyale sekitar 50-60 persen. Itu termasuk untuk paket tambahannya juga,” ujar Dewantoro.

Senada dengan itu, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, Awan Aswinabawa, menerangkan bahwa Festival Pesona Bau Nyale sangat membantu meningkatkan kualitas produk paket wisata di NTB. Pihaknya sendiri telah mempromosikan festival yang masuk dalam Wonderful Event Kementerian Pariwisata RI sejak jauh-jauh hari.

Baca juga:  Festival Bau Nyale, Pembuka Menuju MotoGP 2021

“Kita promosikan sebagai bagian dari atraksi paket kita,” ujar Awan dihubungi Suara NTB, Rabu, 12 Februari 2020. Promosi tersebut utamanya menyasar in-house guest atau wisatawan yang telah melakukan liburan di Lombok. “Respon mereka bagus sekali,” sambungnya.

Sampai saat ini, pihaknya mencatat untuk satu travel agen bisa mengakomodir pesanan hingga ratusan paket wisata. Diterangkan Awan, di perusahaan yang dipimpinnya saja telah menerima pesanan hingga 120 paket. “Itu kebanyakan dari wisman,” ujarnya.

Di sisi lain Wakil Ketua Astindo NTB, Sahlan, menerangkan bahwa selain pesanan yang telah diterima agen perjalanan, masih banyak juga pemilik usaha yang memutuskan tidak menjual paket Festival Pesona Bau Nyale. “Kami sebagai travel agent sangat ingin menjual event itu, namun kami tidak bisa. Karena jadwal tiap tahun tidak bisa ditentukan,” ujarnya.

Baca juga:  Gubernur dan Bupati Satu Panggung, Malam Puncak Festival Pesona Bau Nyale Berlangsung Meriah

Diterangkan Sahlan beberapa agen perjalanan juga mempertimbangkan kondisi di lapangan dimana Festival Pesona Bau Nyale dalam pelaksanaannya mirip seperti pesta rakyat. Sehingga kepadatan dan keramaian menuju lokasi seringkali dipadati penduduk lokal dan tidak memiliki jalur khusus untuk membawa wisatawan. “Dengan alasan tersebut kami tidak ada pemesanan paket Bau Nyale,” ujarnya.

Sahlan sendiri berharap agar kedepan pelaksanaan festival tersebut dapat mempertimbangkan beberapa aspek. Khususnya pelibatan pelaku usaha. “Festival kita masih pada festival untuk pesta rakyat penduduk lokal. Harapan kami agar festival ini besar, dan kami dari industri diajak bicara agar event ini bisa kita angkat dalam promosi kami,” pungkasnya. (bay)