Pemain Film Gundala Sapa Penggemar di Lombok

Pemain Film Gundala saat Foto Bersma dengan Para Penggemar.

Mataram (suarantb.com) – Film Gundala Putra Petir besutan sutradara kenamaan Joko Anwar begitu banyak mendapat apresiasi dan menyita perhatian dari seluruh insan perfilman dan masyarakat luas. Keberhasilan film ini dibuktikan dengan lebih dari 1,5 juta orang sudah menikmati film yang berdurasi hampir 123 menit tersebut dari penayangan perdana, 29 Agustus 2019 lalu.

Video Konferensi Pers Pemain Film Gundala di The Gade Coffee and Gold Ampenan

Film Gundala Putra Petir merupakan starting point dari jagat sinema Bumi Langit, superhero-superhero lainnya dalam Jagat Sinema Bumi Langit juga segera digarap.Film Gundala Putra Petir  sendiri sudah pernah difilmkan pada tahun 1981 yang diangkat dari komik Gundala Putra Petir.  Komik karya Harya Suraminata tersebut pernah populer pada 1969-1995.

Film yang disutradarai oleh Joko Anwar ini diperankan oleh beberapa artis papan atas. Yakni Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Muzakki Ramdhan, Tara Basro, Lukman Sardi, dan Ario Bayu.

Dengan Antusiasme Penonton yang sangat tinggi para pemain film ini menyapa penggemarnya di berbagai kota, salah satunya adalah Lombok.  Saat pers confrence di The Gade Coffee and Gold Ampenan Lombok,  Sabtu,  14 September 2019,   para cast atau pemain  yang hadir adalah Abimana sebagai Sancaka (Gundala), Tara Basro sebagai Wulan (merpati) dan Ario Bayu sebagai Ghani Zulham/Ghazul. Banyak agenda para cast Film Gundala selama di Lombok,  salah satunya adalah melakukan meet and great bersama penggemar di CGV Cinemas Transmart Mataram.

Salah seorang pemain yang berperan sebagai Sancaka,  Abimana menceritakan proses pembuatan film tersebut.  Ia mengatakan proses pembuatan film Gundala Putra Petir ternyata melalui proses yang cukup panjang.  “Film ini dari penulisan skenario, reading, syuting, dan sampai pada tahap promosi,  saat ini hampir 2 tahun, “tuturnya.

Ikut dalam project besar Sinema Jagat Bumi Langit ini Tara Basro.  Ia  mengaku senang dapat peran pada film Gundala Putra Petir ini.  Hal senada juga disampaikan Abimana.  “Saya senang dan takut.  Bagaimana pun saya merasa mempunyai tanggung jawab besar di film ini, ” ungkapnya.

Di sisi lain Ario Bayu yang memerankan sosok antagonis di film ini sangat bangga dapat terlibat.  Ia mengatakan suka mencoba peran yang beda. “Nah didapuk menjadi Ghazul di film ini menjadi tantangan sendiri untuk saya, “paparnya.

Melihat antusiasme penonton film Gundala Putra Petir yang menembus 1,5 juta penonton.  Ario Bayu mengaku tidak mempunyai ekspektasi atau target jumlah penonton untuk film ini.

“Kalau kita bicara jumlah penonton kan itu kita bicara bisnis.  Kalau saya pribadi setiap bermain film tidak punya ekspektasi penonton harus berapa, karena itu kan ada yang punya urusannya. Tujuan kami bikin film ya bermain sebaik-baiknya. Jadi setiap berperan di setiap film, dipikiran saya adalah “i must make the best film, ” ucapnya.  (*)