Pakaian dari Olahan Sampah di Lombok-Sumbawa ‘’Heritage Carnival’’

Pawai Budaya Lombok-Sumbawa menghadirkan peserta dengan mengenakan busana berbahan sampah (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Gelaran Asia Pacific Geoparks Network (APGN) ke-6 tahun 2019 dimulai. Penyambutan perwakilan peserta pun secara khusus dilakukan Pemprov NTB serangkaian simposium internasional dengan Lombok-Sumbawa Heritage Carnival (Pawai Budaya Lombok-Sumbawa).

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Ir. H. Ridwan Syah, menerangkan, warisan budaya yang dipamerkan dalam Lombok-Sumbawa Heritage Carnival merupakan bentuk sambutan hangat masyarakat NTB terhadap peserta APGN.

‘’Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat mudah-mudahan acara APGN yang juga dirangkaikan dengan Pawai Budaya Lombok-Sumbawa ini sukses,’’ ujarnya ketika memberikan sambutan dalam pawai yang berlangsung, Minggu, 1 September 2019 .

Mengambil lokasi di Taman Sangkareang, Mataram, pawai budaya itu memancing masyarakat yang kemudian berbaur dengan para peserta APGN. Komite APGN sendiri masih melaksanakan sidang di Gili Trawangan dan seluruh peserta dijadwalkan datang ke Kota Mataram untuk melaksanakan simposium Rabu (3/9) mendatang.

Menurut Ridwan, APGN sengaja digelar di NTB mengingat posisi NTB yang memiliki dua biosfer dunia, yaitu Taman Nasional Gunung Rinjani dan Taman Nasional Gunung Tambora. ‘’Ini merupakan kehormatan bagi Republik Indonesia menunjuk Rinjani sebagai tuan rumah. Kita jadikan (APGN) sebagai momentum kebangkitan pariwisata NTB,’’ ujarnya.

Baca juga:  Digagas Hj.Putu Selly Andayani, Sekolah Sampah Gelisah Diluncurkan

Dalam Pawai Budaya Lombok-Sumbawa tersebut hadir perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di NTB memamerkan warisan budaya masing-masing. Baik dari busana, musik, maupun tari-tarian. Selain itu, ada juga perwakilan dari Majelis Adat Sasak yang menyampaikan permohonan pembuka langsung kepada Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd. yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Salah satu yang menarik dari Pawai Budaya menyambut peserta APGN, hadirnya satu kelompok pawai yang khusus mengenakan busana yang terbuat dari olahan sampah. Semarak dengan aneka warna cerah, kelompok ini berjalan dan menjadi presentasi dari salah satu program unggulan Pemprov NTB saat ini, yaitu NTB Bebas Sampah atau NTB Zero Waste.

Selain itu, sebelum kegiatan dimulai Wagub dan para peserta APGN serta beberapa pejabat lingkup Pemprov NTB menyempatkan diri untuk mencicipi dan belajar membuat pembungkus salah satu jajanan tradisional Lombok yang cukup terkenal, yaitu cerorot. Umi Rohmi dan peserta APGN terlihat antusias, terutama ketika para peserta yang berasal dari berbagai belahan dunia menanyakan cara membuka bungkusan cerorot tersebut.

Baca juga:  Tegakkan Denda dan Pidana Buang Sampah Sembarangan

Gelaran APGN dijadwalkan terlaksana selama 1 minggu. Memilih beberapa lokasi di Pulau Lombok sebagai kegiatan. Tidak lupa Wagub NTB pada kesmepatan itu menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar sehingga seluruh peserta APGN yang hadir dapat melihat keindahan NTB. ‘’Saya berharap seluruh peserta menikmati waktunya di sini. Menikmati pantai, air terjun, desa-desa yang indah, gunung, serta warisan budaya kami,’’ pungkas Umi Rohmi. (bay)