Mataram Jazz 2019, Panggung Berkembangnya Musisi Jazz NTB

Rio Sidik dan Istiqomah saat tampil di Mataram Jazz 2019, Sabtu malam di parkir Timur LEM. (Suara NTB/Imam Sofian)

Mataram (Suara NTB) – Jazz Music World IV yang bertajuk ‘Mataram Jazz 2019’ Sabtu , 31 Agustus 2019 malam sukses.  Tidak hanya jadi panggung live perform musisi nasional dan dunia, tapi memberi stimulan bagi musisi jazz daerah sejak pagi hingga malam di parkir Timur Lombok Epicentrum Mal  (LEM).

Betapa tidak,  Rio Sidik Quientet, Abhy Summer, Rizal and the Rasendriya, tampil apik. Digeber sejak pagi hingga malam, kehadiran Istiqomah dengan band Pusakata juga  menguatkan atmosfer jazz. Istiqomah sukses membuat penonton satu chord dengan lagu lagu yang hits  seperti “di atas meja”.

Hadir juga musisi musisi NTB yang turut naik panggung sesuai list awal, seperti  Betelu, Harmony, Jhonprink ato Jhon Kursi roda, Pamela Paganini, Same, Timeline,Trainees, dan Dont Tell Mom yang di gawangi Kevin, Lexa, Naufal, dan Amira Nauli.

Performa mereka berhasil mengeksplorasi keinginan para musisi NTB untuk terus berkembang dan semakin membuat jazz akrab di telinga masyarakat.

Penyelenggara, Imam Sofian menilai secara umum Mataram Jazz 2019 berjalan lanacar. Banyak musisi musisi Jazz baru yang bermunculan dengan kualitas bagus, tidak lepas dari imbas pengaruh para pemusik luar.

“Musisi dari luar memberikan atmosphere dan pembelajaran dalam berkarya dan bermusik yang luar biasa,” pujinya.

Imam memuji antusiasme penonton dari anak anak, dewasa dan orang tua. Ini menunjukkan musik jazz semakin familiar di kalangan penikmat musik di Mataram dari semua tingkatan usia.

Ia secara khusus berterima kasih kepada para musisi, para talent, kerabat dan sponsor. Mereka dianggap bagian penting dari suksesnya Jazz World Music IV  “Mataram Jazz 2019” ini.  “Terima kasih sebesar besarnya kepada masyarakat yang hadir. Semua menyatakan puas dan keren. Itu yang saya dengar saat saya keliling stage untuk say hello ke para penon ton,” ujarnya.

Imam juga  menyebut, pentas itu memberi warna berbeda pada perayaan HUT Kota Mataram tahun ini. “Tahun ini menjadi berwarna karena Mataram Jazz menjadi salah satu dari rangkaian panjang perayaan HUT Kota Mataram,” ujarnya.

Pujian datang dari Rio Sidik. Musisi dengan julukan The Indonesian Trumpeter ini sepanjang performance terus memainkan irama terompetnya. Mataram Jazz 2019 disebutnya sebagai pagelaran yang sukses.

“Keren banget. Bisa tampil di sini keren banget,” pujinya. Lima lagu digebernya. Selain dari lagu lagu dari almbumnya, Rio memainkan lagu Carlos Santana, make somebody happy.

Pada musim panas Juli, Agustus sampai September, ia biasanya  tour Eropa. Tahun ini ia mengaku secara khusus meluangkan waktu untuk Indonesia, khususnya Lombok. Ia bahkan heran dengan panggung yang bertabur musisi jazz daerah.

“Lombok  keren men, banyak talent. Sial, kok ada yang gini, ada anak anak. Artinya,  pendidikan musik di Lombok semakin tinggi. Akhirnya muncul tallent gini, saya suka,” ujarnya.

Ia berharap, tidak saja musisi jazz yang akan berkembang, tapi juga lebih banyak inisiatif membuat stage untuk performance para musisi daerah.

Sobah Mahdi, SE selaku project director  mengatakan, sepanjang hari rundown berjalan lancar. Bahkan pengelola stan diluar prediksi, transaksi atas produk yang dijual. “Luar biasa  antusiasnya penonton. Pada booth makanan maupun minuman juga ramai,” ujarnya.

Penanggungjawab panggung, Harry Subagio juga mengungkapkan sama. “Antara music, lighting dan performa artis, sangat padu satu sama lain,” ungkapnya. (ars)