Semarak PAB, Tiap Kecamatan Tonjolkan Budaya Khas

Peserta karnaval budaya saat tampil pada hari pembukaan PAB di Lapangan Tioq Tata Tunak, Selasa (13/8). (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pekan Apresiasi Budaya (PAB) Kabupaten Lombok Utara (KLU) dibuka, Selasa, 13 Agustus 2019 di Lapangan Tioq Tata Tunaq, Kecamatan Tanjung. Event tahunan yang berlangsung selama sepekan ini cukup menyedot antusiasme warga.

Salah satu warga lokal, Diah, mengaku baru pertama kali menyaksikan PAB. Hal ini tidak lepas karena dirinya secara kebetulan berada di Tanjung mengunjungi keluarga. Sebelumnya ia yang berdomisili di Bayan, belum pernah secara sengaja untuk menyaksikan tontonan karena jarak yang cukup jauh.

“Cukup menarik, apalagi banyak sekali atraksi budaya yang bisa kita lihat. Ternyata kita punya kekayaan budaya yang menarik untuk disaksikan,” ujarnya kagum.

Sementara dalam sambutan pembukaan PAB, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., mengatakan penyelenggaraan PAB patut diapresiasi. Ia menyaksikan, banyaknya peserta perwakilan dari 5 kecamatan di KLU membutuhkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan diri.

“Panitia telah bersusah payah untuk menyelenggarakan kegiatan ini, sehingga bisa kita saksikan di sore hari ini. Tentunya acara ini untuk melestarikan budaya secara turun-temurun, sehingga budaya yang ada di kalangan masyarakat adat tidak dilupakan begitu saja,” ujar Najmul.

Ia berharap, atraksi budaya yang ditunjukkan kepada masyarakat umum ini memberi kesan positif bagi sektor pariwisata. Dengan kekayaan yang ditampilkan dalam PAB, masyarakat akan mengetahui kekayaan budaya khas yang dimiliki Lombok Utara.

Bagi Najmul sendiri, gelaran PAB merupakan momentum untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata pascagempa. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk melestarikan budaya, sehingga berdampak secara ekonomi.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Disbudpar KLU, Arnowadi, menguatkan ajang ini merupakan wadah untuk memelihara dan memperkenalkan nilai budaya masyarakat Lombok Utara. Terlebih lagi, kondisi KLU pada pelaksanaan PAB di masa rehab rekon pascagempa ini, membuat pihaknya mengangkat tema Payer Dayan Gunung Meririq Diriq (Wilyah Dayan Gunung (Sebutan Lombok Utara) Memperbaiki Diri).

Adapun jenis kegiatan yang ditampilkan antara lain, pada hari pertama adalah hari ini Karnaval Budaya yang diikuti peserta dari 5 kecamatan dengan mengangkat ritual budaya masing-masing.  Selanjutnya, digelar pula  hiburan malam mulai dari malam pertama sampai malam ke tiga dan pada hari kedua – sore hari, digelar Gendang Beleq.

“Peserta lomba budaya’ terdiri dari lima kecamatan, dari Tanjung dengan prosesi adat sorong serah haji keramat, untuk Kecamatan Pemenang dengan prosesi Maulid Nabi Besar Muhammad. Untuk Gangga, dengan prosesi adat nyongkolan pengantin, Kayangan mengangkat Bisoq Berak dan bisoq meneq,” pungkasnya. (ari)