Bale Adat Sembalun, Objek Wisata Budaya yang Terlupakan

Bale Adat Sembalun rusak parah akibat gempa. Bangunan yang tersisa hanya puing puing tanah dan kayu, tak terurus karena alasan tak ada dana. (Suara NTB/rus)

Mataram (Suara NTB) – Bale Adat Sembalun di Sembalu, Lombok Timur (Lotim) rusak parah. Bangunan Bale Adat ini, hancur akibat gempa yang terjadi setahun lalu. Pascagempa, objek wisata budaya ini nyaris tak pernah terurus. Kondisinya kini sangat memprihatinkan. Bangunan tua berupa rumah adat dan lumbung ini ambruk dan belum diperbaiki sampai.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Lotim, Akhmad Roji sangat prihatin dengan kondisi Bale Adat Sembalun tersebut. Padahal, Bale Adat ini salah satu ikon wisata budaya di Sembalun.

Menjawab Suara NTB, Kamis, 8 Agustus 2019 kemarin, Roji menjelaskan bahwa pada bulan September mendatang ada kegiatan internasional di Sembalun. Ada 26 negara atau skitar 300 orang akan datangi Sembalun pada pertemuan Geopark  Dunia. Bale Adat Beleq Sembalun menjadi salah satu andalan paket wisata.

Musibah gempa sudah berlalu setahun lalu. Tidak sedikit warga yang mempertanyakan, kenapa sampai sekarang tak kunjung diperbaiki. Seharusnya, pemerintah menjadikan perbaikan Bale Adat ini skala prioritas.

Sebelumnya, kunjungan wisatawan ke Bale Adat cukup banyak. Hal ini menjadi sumber pendapatan yang besar bagi masyarakat sekitarnya. Objek wisata Bale Adat ini bisa mensejahterakan masyarakat sekitar. Inilah kata Roji  yang disebut dengan pariwisata berkelanjutan. Menurut Roji, perbaikan Bale Adat Sembalun, semestinya bisa menggunakan anggaran bencana. Karena tidak ada bedanya dengan bantuan perbaikan sekolah dan masjid. Harapannya, perbaikan Bale Adat itu bisa jadi prioritas.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, Samsul Hakim mengatakan usulan perbaikan rumah adat Sembalun sudah diajukan ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Akan tetapi alasan Kemenpar tidak ada menu dalam Dana Alokasi Khusus.

Hal senada disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dispar Lotim, Hadi Jayari. Dana revitalisasi Bale Adat Sembalun tidak termasuk dalam DAK kepariwisataan. Meski demikian, pada perencanaan selanjutnya siap akan dicarikan sumber lain agar bisa diperbaiki. Diakui, Bale Adat Sembalun yang hancur karena gempa ini sudah sangat lama tidak diperbaiki.

Rumah adat yang dibangun dari bahan kayu ini sebenarnya termasuk tahan gempa. Seperti Rumah Adat Limbungan di Desa Prigi, Kecamatan Suela, Lotim. Akan tetapi, karena konstruksi bangunan Bale Adat Sembalun sudah sangat tua sehingga roboh diguncang gempa. (rus)