Pentas Kebangsaan dan Pahlawan, Suara Emas Wagub NTB Sedot Perhatian Penonton

Wagub NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd saat bernyanti di panggung pentas kebangsaan dan pahlawan dalam rangka peringatan Hultah NWDI ke-84 di Pancor Lombok Timur (Lotim), Jumat, 26 Juli 2019 malam.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Dalam rangka memeriahkan Hultah NWDI ke-84, pihak panitia melaksanakan berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan yang cukup memeriahkan dengan dilaksanakannya pentas kebangsaan dan Pahlawan yang bertempat di Aula YPH-PPD NW Pancor. Pentas seni semakin meriah ketika Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd bernyanyi dengan membawakan lagu “pacu gamak” yang merupakan karta Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.

Penampilan Sitti Rohmi terlihat “sempurna” saat bernyanyi di atas panggung berlatar bambu runcing dipadu kain panjang berwarna merah putih terlihat megah. Jejeran bambu kuning yang masih hidup beserta daunnya dilengkapi logo dan foto semakin mengesankan suasana masa lalu di masa-masa perjuangan rakyat Indonesia mengusir penjajah. Panggung artistik tersebut menjadi saksi tampilnya para musisi muda dalam gelaran Pentas Kebangsaan dan Pahlawan yang berlangsung, Jumat, 26 Juli 2019 malam. Pentas kebangsaan yang berlangsung sejak pukul 20.00 wita ini berhasil menyedot ribuan penonton. Areal GOR Hamzanwadi yang menjadi tempat penyelenggaraan pentas tersebut penuh sesak oleh penonton yang berasal dari berbagai wilayah.

Pentas kebangsaan dan pahlawan ini dibuka dengan penampilan memukau, TGH. Soleh Sukarnawadi dan Alfian. Gesekan biola TGH. Soleh diiringi kelembutan saxophone Alfian yang melantunkan tembang Ta’sis NWDIserasa menghipnotis penonton. Lagu Ta’sis NWDI atau lebih dikenal dengan “Antiya Pancor” yang merupakan salah satu lagu perjuangan karya Almaghfurulahu Maulana Syaikh TGKH. M Zainuddin Abdul Madjid. Selanjutnya sederet penampil lain, tak kalah menariknya. Band lain seperti The Datu Band, E’ed & Friends, Tongkek, Our Class, Keroncong, dan Bale Langgak Band rata-rata tampil memukau penonton. The Datu misalnya. Mereka tampil “memaksa” penonton untuk ikut bernyanyi. Itok vokalis The Datu, tampil sangat komunikatif. Para penonton terutama yang berada di barisan depan diajak untuk ikut bernyanyi dan bertepuk tangan. Penampilan The Datu menjadi sempurna karena mampu mengajak Hj. Siti Rohmi Jalilah untuk tampil menyanyi di atas panggung.

Dalam sambutannya, Sitti Rohmi tak lupa menyampaikan pesan NTB Zero Waste. Generasi muda harus mengikuti keteladanan para pahlawan nasional kita Maulana Syaikh. Maulana Syaikh adalah sosok yang sangat gigih berjuang. Anak muda harus kerja keras, tidak boleh malas. Manfaatkan sisa hidup yang diberikan sebaik-baiknya. “Kalau kita meneladani yang baik-baik maka hidup kita akan baik,”pesan Wagub NTB usai menyanyikan lagu ya maulana.

Selain The Datu mengusung lagu-lagu yang sudah familiar dan mampu merebut hati para fansnya seperti lagu “berayen dengan” dan “Sasak Bersahabat”. Musik tongkek dipadu music modern dan tarian juga tampil unik. Begitu pula dengan band Bale Langgak dan kelompok musik keroncong, mereka menjajal panggung dengan keunikan masing-masing yang membuat para penonton bertahan dan menikmati aksi mereka hingga lagu-lagu berakhir dan ditutup oleh penampilan E’ed & Friend dengan lagu-lagu mereka seperti mase biru dan lain-lain. Tak lupa mereka mengakhiri penampilannya dengan lagu-lagu karya Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Sementara pada, Sabtu, 27 Juli 2019, rangkaian acara Hultah NWDI masih berlangsung diantaranya “ngurisan” yang akan dihadiri langsung oleh ketua PBNW TGB Dr. KH Muhammad Zainul Majdi dan siang sampai sore adalah Puncak pawai alegoris seluruh elemen NW serta Perwakilan 24 provinsi diperkirakan akan tumpah di jalan Pancor dan Selong. Puncak acara Hultah NWDI tanggal 28 Juli Ahad pagi 2019 besok. (yon)