Festival Gili Menggawe, Ikhtiar Masyarakat Bangkitkan Pariwisata Tiga Gili

Bupati KLU H. Najmul Akhyar disambut tarian saat menghadiri Festival Gili Menggawe. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Praktisi sektor pariwisata tiga Gili kembali membuat program untuk kebangkitan pariwisata Lombok Utara. Sebulan penuh, Festival Gili Menggawe (Gili Berpesta) digelar dengan menyuguhkan beragam promosi kesenian dan budaya tradisional Lombok.

Festival Gili Menggawe resmi dibuka, Sabtu, 15 Juni 2019 malam, di Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang. Masyarakat setempat antusias, berbaur dengan wisatawan yang menonton.

Ketua Panitia Festival Gili Menggawe, Andre Yosario, menyampaikan festival ini merupakan gelaran kedua setelah tahun lalu diadakan di Gili Meno. Event ini ditetapkan sebagai event tahunan oleh pelaku pariwisata 3 Gili.

“Festival ini dimaksudkan untuk meningkatkan gairah wisata melalui kunjungan wisatawan. Kami menampilkan perpaduan budaya dan tradisi, serta event lomba-lomba,” ungkapnya.

Diantara beberapa program promosi yang disiapkan antara lain, pasar rakyat setiap Sabtu dan Minggu, pertunjukan seni, lomba permainan tradisional, honeymoon bed making, Gili triathlon, workshop dan triathlon advanture.

Selain itu ada pula, event slowboat yoga, workshop tentang lingkungan, budaya, dan kesenian mengundang talent. Gelaran Gili Food Festival disiapkan untuk mengangkat kuliner lokal Lombok Utara dalam bentuk Parade Chef terbanyak melibatkan Indonesian Chef Association, festival Sate Tanjung dan Gili contest.

“Sumber dana kegiatan berasal dari sponsor, sumbangan masyarakat. Dari total RAB sebesar Rp227 juta, sudah terkumpul 50 persen,” paparnya.

Baca juga:  Potensi Besar Wisatawan China Perlu Digarap Serius

Sementara itu, Pjs. Kades Gili Indah, H. Suburudin, S.Ag., mengapresiasi langkah masyarakat setempat  khususnya pemuda yang ikut andil dalam Festival Gili Menggawe. Pihaknya pun berharap akan adanya dukungan Pemda untuk menampilkan kesenian tradisional di KLU selama 1 bulan ke depan, sebagaimana stan UMKM yang sudah dialokasikan.

“Bencana gempa sangat berdampak pada industri pariwisata, ke wisatawan menurun. Tetapi bukan ulasan untuk diam, melainkan bangkit kembali,” dorongnya.

Suburudin menyatakan, pihaknya sudah berdiskusi dengan para pengusaha perhotelan. Tercetus bahwa event ini tidak hanya menampilkan 3 gili sebagai aset alam, tetapi  juga aset budaya dalam wujud kesenian tradisional. Tiap Sabtu akan disuguhkan atraksi Peresean. Atraksi ini didukung  gelaran lain seperti seni Rudat, Wayang, Drama Cupak Gurantang dan lainnya.

Baca juga:  Pascagempa, Sektor Pariwisata Perlihatkan Kemajuan Positif

“Harapan kami, setiap wisatawan yang menonton akan pulang membawa kesan positif dan menarik minat wisatawan lain untuk datang ke 3 Gili,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., di sela-sela meresmikan Festival Gili Menggawe berterima kasih atas inisatif pengusaha karena mendukung program Pemda. Ia menganalogikan, jika didesain pada sebuah Piramida, maka di puncak Piramida adalah pariwisata.

“Jika sektor pariwisata maju, maka sektor lain yang mendukung pariwisata akan ikut maju. Ekonomi akan berputar dan dampak ekonomi pariwisata dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat,” sebut Najmul.

Pascagempa 5 Agustus 2018, Bupati mengakui ada penurunan aktivitas wisata. Ia mengajak masyarakat untuk mengambil sisi positif, dimana bencana memberi ruang kepada semua pihak untuk berpikir dan berbuat lebih banyak untuk membangkitkan sektor ini.

“Momentum ini merupakan kesempatan kita menjelaskan kepada dunia bahwa pariwisata kita sudah aman dikunjungi,” pungkasnya seraya menjanjikan dukungan dana Rp200 juta melalui APBD 2020. (ari)