Wujud Toleransi, Umat Hindu di Lobar Ikut Ramaikan Malam Takbiran

Umat Hindu ikut memeriahkan malam takbiran di Desa Narmada Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Umat muslim di Lombok Barat larut dalam kemeriahan menyambut hari raya idul fitri 1440 Hijriyah. Warga menyambut kedatangan hari kemenangan dengan menggelar pawai takbiran mengelilingi perkampungan.

Ada yang berbeda dan menarik pada pawai takbiran kali ini, dimana warga non muslim juga ikut memeriahkan pawai takbiran. Keikutsertaan warga non muslim ini bentuk toleransi antara umat beragama di daerah bermotto patut Patuh Patuh Patju tersebut.

Selasa malam itu, Ribuan warga muslim Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB tumpah ruah mengikuti malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Warga dari berbagai usia mengikuti pawai mengelilingi desa sejak ba’da Isya.

Menariknya dari ribuan iring-iringan pawai takbiran itu, bukan hanya umat muslim yang terlibat pada malam takbir ini. Pawai takbir juga diikuti umat Hindu yang berasal dari Dusun Gandari, Desa Narmada. Mereka terdiri dari sepuluh umat muslim dan sembilan puluh orang umat hindu.

Menggunakan pakaian adat Bali, mereka tampak antusias mengikuti pawai takbiran. Mereka membawakan musik tradisional Bali, Baleganjur lengkap dengan iringan Bendera Tunggul, Payung dan Spanduk.”Pengalaman ini luar biasa banget karena bisa ikut serta memeriahkan acara takbiran. Ini juga baru pertama kali untuk warga Dusun Gandari ikut. Jadi, semua anak dan remaja, bahkan ibu-ibu pun ada yang berpartisipasi untuk ikut,” terang Tokoh Pemuda Dusun Gandari, I Ketut Suweca ditemui kemarin.

I Ketut Suweca mengaku partisipasi umat Hindu dalam acara ini disambut baik panitia. Mereka bahkan diberikan barisan depan iring-iringan pawai.”Pertama datang kami langsung disambut baik banget sama panitia. Langsung diarahkan untuk baris di urutan kedua,” ujarnya.

I Ketut Suweca menjelaskan, selain untuk menunjukkan toleransi antar umat beragama, dirinya bersama warga dan tokoh masyarakat sengaja ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan Desa Narmada menjadi Desa Wisata yang bertemakan toleransi.

Ia juga mengharap Dusun Gandari bisa menjadi contoh kerukunan antar umat beragama untuk menciptakan kedamaian.”Kami berharap bisa tetap ikut memeriahkan acara takbiran di setiap tahunnya, dan selalu saling menghormati satu sama lain,” harapnya. (her)