Wapres Harapkan Umat Hindu Guyub

Wapres Jusuf Kalla berpose bersama dengan Panitia Dharma Santi Nyepi Nasional, Selasa, 29 Januari 2019. (Suara NTB/kmb)

Jakarta (Suara NTB) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Selasa, 29 Januari 2019 kemarin menerima kunjungan Panitia Dharma Santi Nyepi Nasional yang dipimpin Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya. Selain Wisnu Bawa Tenaya, turut hadir Ketua Panitia I Wayan Gigin Samudra serta Penasihat Panitia Nyepi Nasional 2019 Satria Naradha.

Dalam kunjungannya, panitia mengundang Wapres JK untuk menghadiri kegiatan Dharma Santi Nyepi Nasional yang akan dipusatkan di Bali. Selain Wapres JK, Presiden RI Joko Widodo juga diharapkan kehadirannya pada acara itu.

Baca juga:  Utsawa Dharma Gita (UDG) Ke-XIV Tingkat Provinsi NTB Sukses Digelar

Wisnu Bawa Tenaya menjelaskan, panitia mendapat sejumlah arahan dari Wakil Presiden. Di antaranya Wapres meminta agar umat Hindu hidup rukun antara satu dengan yang lain. ‘’Sebagai umat beragama disampaikan supaya kita guyub semuanya jadi betul-betul bangsa ini ke depan guyub,’’ jelas Wisnu Bawa Tenaya.

Pada pertemuan dengan Wakil Presiden, Wisnu melaporkan bahwa hari raya Nyepi jatuh pada tanggal 7 Maret 2019. Sehari sebelum hari raya Nyepi tepatnya 6 Maret akan dilakukan kegiatan ritual di Candi Prambanan, Yogyakarta.    Rangkaian hari raya Nyepi akan ditutup dengan Dharma Santi Nasional.

Baca juga:  Utsawa Dharma Gita (UDG) Ke-XIV Tingkat Provinsi NTB Sukses Digelar

Untuk Dharma Santi Nasional kali ini, Bali menjadi tuan rumah. ‘’Kemudian dharma santinya tadi kami laporkan, ancer-ancer (rencananya) tanggal 5 April di Bali, di Art Center dengan beberapa kegiatan,’’ urai Wisnu.

Salah satu pertimbangan mengapa Bali sebagai lokasi Perayaan Nyepi Nasional, karena waktunya yang berdekatan dengan perhelatan pemilu serentak 2019. Ia pun mengajak seluruh umat Hindu mampu menjaga situasi aman karena perayaan Nyepi berdekatan dengan perhelatan pemilu serentak 2019 yang akan dilaksanakan pada 17 April. (kmb)