Tayang Perdana, Film Matahari-Matahari “Diserbu” Kalangan Muda

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama suami dan Sekretaris Daerah, Rosadi H. Sayuti, saat berpose bersama dengan para pemuda usai menonton film dokumenter matahari-matahari di gedung tertutup Taman Budaya, Sabtu, 12 Januari 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemutaran Pertama Film Matahari-Matahari, resmi tayang Sabtu (12/1) malam lalu di gedung tertutup Taman Budaya. Film dokumenter yang bercerita tentang kisah perjalanan dua anak muda NTB yang banyak memberikan prestasi dan inspirasi. Mendapat sambutan yang cukup besar dari masyarakat NTB.

Dalam penayangan perdana itu, diperkirakan hampir seribuan orang lebih ikut menonton film yang digarap oleh Sutradara Adi Pranajaya itu. Karena kapasitas gedung yang terbatas, akhirnya penayangan film dilakukan selama dua kali putran pada malam itu.

“Penontonnya di luar perkiraan kita, ternyata animo masyarakat untuk menonton film Matahari-Matahari ini  sangat tinggi,” ujar Kepala Taman Budaya Provinsi NTB Baiq Rahmayati kepada wartawan.

Melihat tingginya animo masyarakat tersebut untuk menonton film dokumenter berdurasi 28 menit itu.  Pihak taman budaya pun akan kembali memutar film tersebut, hanya saja tidak lagi akan diputar dalam gedung, melainkan di ruangan terbuka, sehingga lebih banyak bisa menampung penonton.

“Kita rencana akan putar ulang filmnya, melihat animonya. Kita akan belajar dari pengalaman ini, nanti mungkin akan lesehan di luar gedung. Tadi saya lihat, banyak yang tak bisa masuk, karena kapasitas tempat duduk hanya 265 kursi,” katanya.

Dari penonton yang hadir, terlihat didominasi oleh kalangan remaja dan anak muda serta pelajar dan mahasiswa. Selebihnya terlihat sejumlah pejabat eselon II juga cukup banyak yang ikut menonton film Matahari-Matahari.

Baca juga:  Alibaba Business School Siap Terima Mahasiswa NTB

Sementara itu Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang ikut menyaksikan penayangan perdana film Matahari-Matahari itu menyampaikan bahwa film Matahari-Matahari penuh dengan nilai-nilai yang inspiratif. Film Matahari-Matahari yang mengangkat dua orang tokoh, yakni Mantan Gubernur NTB, Dr. TGH. M

Zainul Majdi dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah.

“Alhamdulillah kita baru saja menonton film Matahari-Matahari, mudah banyak hikmah yang bisa kita ambil dari nonton film ini. Banyak nilai-nilai baik yang

selama ini sudah ditorehkan oleh TGB mudah bisa menginspirasi bagi anak muda NTB yang lain sehingga bisa melakukan hal yang terbaik untuk daerah,” ujar Rohmi saat dikonfirmasi usai menonton film Matahari-Matahari.

Rohmi berharap prestasi gemilang yang pernah ditorehkan oleh TGB tersebut dapat dilanjutkan oleh kepemimpinan selanjutnya yakni Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah beserta dirinya selaku wakil gubernur. “Selama kita mau dan bekerja keras, dan sudah dibuktikan dengan apa yang dilakukan oleh TGB selama 10 tahun dan sekarang dilanjutkan oleh Dr. Zulkieflimansyah bersama saya, Insya Allah bisa diwujudkan,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Ingin Pastikan Desa-desa di NTB Ramah Investasi

Sementara itu, Kholillullah salah satu pemuda yang ikut menonton film Matahari-Matahari, dikonfirmasi Suara NTB mengaku bahwa film Matahari-Matahari sangat memberikan inspirasi bagi kalangan remaja dan anak muda.

“Filmnya inspirasi sekali, sangat mendidik sekali, sangat baik, dalam membangun semangat. Sangat jarang kita temukan sosok seperti TGB, kami sangat kagum sekali. Hal yang sangat patut diteladani adalah caranya dan semangat dalam membangun NTB,” ujar mahasiswa semester V di Universitas Muhammadiyah Mataram ini.

Sementara itu, sutradara film Matahari-Matahari, Adi Pranajaya menjelaskan mengapa ia membuat film tersebut. Ia mengatakan bahwa membuat film tersebut murni idenya pribadi, yang ingin membagikan insipirasi semangat perjuangan dari dua tokoh muda yakni Mantan Gubernur NTB, TGB dan  Gubernur NTB saat ini, Dr. Zulkieflimansyah.

“Film ini menawarkan satu pesan tentang anak muda siapapun tetap berpotensi jadi pemimpin di negara ini.  Cuman tergantung mereka bagaimana mempersiapkan diri. Saya melihat dua anak muda hebat (TGB dan Dr. Zul) ini sama-sama orang hebat, yang saya simbolisasi dalam judul film matahari-matahari,” katanya.

“Saya membuat film ini merasa berkewajiban untuk menyampaikan kepada anak muda NTB lainnya tentang energi yang luar biasa yang dimiliki oleh kedua tokoh ini,” pungkasnya. (ndi)