Pesan Perdamaian Lewat Budaya Perang Topat

Ribuan warga memadati Pura Lingsar untuk mengikuti rangkaian Perang Topat, Kamis, 22 November 2018. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelakasanaan event budaya perang topat yang digelar Pemkab Lombok Barat (Lobar) sangat berkesan. Tidak hanya bagi para korban gempa juga wisatawan asing. Ramai, meriah dan mengesankan, itu yang dirasakan para warga korban gempa. Ketika menyaksikan event budaya perang topat yang digelar kembali Pemkab Lobar di Pura Lingsar, Kamis, 22 November 2018.

Event tahunan Pemkab Lobar ini sunguh menjadi hiburan bagi para korban gempa di kawasan Lingsar. Pasca bencana gempa bumi yang melanda beberapa bulan lalu.

Bagaimana tidak, keseruan itu menjadi sarana trauma healing yang menghibur. Bahkan terlihat wajah ceria para warga kedua suku agama yang terlibat langsung dalam perang topat itu.

Baca juga:  Bale Adat Sembalun, Objek Wisata Budaya yang Terlupakan

“Benar-benar terhibur, rasa trauma bencana gempa itu sudah agak hilang. Padahal rumah saya masih rusak,” ujar I Ketut Tati, salah seorang warga Lingsar.

Tidak hanya itu event budaya yang mencerminkan toleransi beraga itu membuat kagum Viola. Wisatawan asal Jerman ini tidak menyangka kerukunan umat beragama sangat terpancar dari umat Muslim dan Hindu. Ini menjadi kali pertama dia menyaksikan tradisi unik itu.

Iapun merasa Lombok sudah aman untuk dikunjungi kembali. Iapun berenana untuk datang kembali ke Lombok untuk berlibur. Bahkan akan mengajak kerabat dan sahabatnya datang ke Lombok.

Baca juga:  Bale Adat Sembalun, Objek Wisata Budaya yang Terlupakan

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Ispan Junaidi mengatakan jika, event budaya ini sebagai bentuk usaha dalam membangkitkan pariwisata. Menurutnya dengan segala kondisi yang ada pascagempa diharapkan juga dapat menghibur korban gempa. Sebab selama rangkaian perang topat itu digelar juga berbagai hiburan rakyat.  “Ada hiburan peresean yang digandrungi masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya pun ingin menunjukkan kepada wisatawan luar jika Lombok sudah aman pasca gempa. Terlebih lagi adanya keterlibatan para travel agent yang turut membawa tamu sebagai usaha meyakinkan para wisatawan asing. “Kita sudah move on, dan bangkit,” ujarnya. (her)