Panca Saneo, Air Terjun yang Wajib Dikunjungi di Dompu

Mataram (Suara NTB) – Kabupaten Dompu tidak hanya memiliki Tambora dan Pantai Lakey. Ada pula Air Terjun Panca Saneo dengan kesegaran alami yang wajib untuk dikunjungi saat ke Dompu.

Air Terjun Panca Saneo berada di Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Air Terjun  Panca ini terkenal dengan ketinggiannya yang mencapai 75 meter. Air Terjun Panca juga terkenal dengan airnya yang dingin dan menyegarkan. Ketinggian dari air terjun ini menjadi pemandangan tak terlupakan bagi wisatawan yang datang.

Setiap Akhir Pekan, Air Terjun ini ramai dikunjungi oleh wisatan domestik baik di Dompu maupun yang dari luar Kabupaten Dompu.  Selain terkenal dengan ketinggian airnya, air terjun ini juga menawarkan keindahan alamnya yang asri dan kesejukan yang alami. Bagaimana tidak, keberadaan air terjun ini berada di tengah hutan yang menawarkan kepada wisatawam untuk berwisata lama-lama air.

Baca juga:  Pariwisata Sembalun Mulai Bangkit Pascagempa

“Jangan hanya ke Tambora, Dompu punya banyak destinasi wisata yang bagus. Salah satunya Air Terjun Panca Saneo ini. Hanya memang belum banyak dipromosikan Pemda, ” kata warga Dompu M. Ikhsan, di Mataram, Selasa, 8 Mei 2018.

Ia mengatakan bahwa setiap akhir pekan banyak wisatawan yang datang berkunjung. Letaknya yang berada di dalam hutan menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan. Wisatawan juga dapat menikmati perjalanannya menuju air terjun ini ditemani pepohonan yang rindang.

“Yang dominan berkunjung itu anak muda. Karena harus melewati hutan dulu, jadi harus kuat. Tapi jalannya tidak sulit, tinggal ikuti rute yang sudah ada, ” ujarnya.

Baca juga:  Sensasi Wisata Alternatif Jalur ‘’Offroad’’ Gunung Tambora

Perjalanan untuk dapat sampai pada air terjun Indonesia, wisatawan harus melalui jalan yang sedikit menguras tenaga. Keadaan medan jalan yang masih alami ini dikarenakan belum adanya  akses jalan yang mudah untuk dilalui. Sehingga tidak heran jika wisatawan yang berkunjung adalah wisatawan yang menyukai tantangan.

Wisatawan juga harus menyiapkan uang sebesar Rp 10.000 untuk retribusi parkir. Karena pemuda yang berada di Desa Saneo mengambil inisiatif untuk menjaga dan mengamankan kendaraan wisatawan.  Retribusi parkir ini hanya berlaku pada akhir pekan yaitu hari Sabtu dan Minggu. “Itu juga digunakan untuk pemeliharaan dan pembangunan beberapa fasilitas pendukung,” ujarnya. (lin)